1. Tidak Menggunakan Sikat Gigi yang Tepat
Richard H Price, DMD, penasihat American Dental Association (ADA) mengatakan, “Jika Anda harus membuka rahang cukup besar untuk membiarkan gagang sikat masuk ke dalam mulut, bisa jadi sikat gigi terlalu besar untuk Anda. Gagangnya pun harus nyaman digenggam, sensasinya harus senyaman saat Anda memegang garpu saat makan. Semakin nyaman sikat gigi Anda, makin sering Anda akan menggunakannya dengan benar.”
2. Memilih Bulu Sikat yang Salah
Menurut para dokter gigi di WebMD, jenis bulu sikat tidak terlalu penting dan tak ada pengaruh lebih. Tampaknya, yang lebih penting adalah teknik membersihkannya ketimbang bentuk sikatnya. Para dokter gigi ADA menyarankan agar memilih sikat yang lembut, jangan yang kasar atau kaku karena bisa merusak/menyakiti gusi. Carilah bulu sikat yang cukup kaku untuk mengangkat plak, tetapi tidak cukup kuat untuk merusak gigi.
3. Kurang Sering atau Kurang Lama
Menurut ahli kesehatan gigi di WebMD, frekwensi sikat gigi tiga kali dalam sehari adalah yang terbaik. Ketika jarak waktu menyikat gigi terlalu jauh, plak bakteri akan menumpuk, bisa membuat radang gusi dan masalah lain pada mulut. Disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 menit setiap kali, akan lebih baik lagi jika dilakukan selama 3 menit. Angka waktu tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, namun dipatok agar kita bisa mempunyai waktu yang cukup untuk membersihkan permukaan gigi.
4. Menyikat Gigi Terlalu Sering atau Terlalu Keras
Terlalu sering menyikat gigi, misal 4 kali dalam sehari, bisa membuat akar gigi teriritasi dan menyakiti gusi. Menyikat terlalu keras juga bisa merusak enamel (lapisan teratas gigi). Cara terbaik adalah menyikat gigi secara perlahan dan lembut selama 2-3 menit.
5. Tidak Menyikat dengan Cara yang Benar
Buat sudut 45 derajat dari garis gusi dan buat gerakan pendek-pendek saat menyikat. Gerakan menyikat panjang di sepanjang garis gusi bisa menyebabkan abrasi pada gusi. Sikatlah perlahan ke arah atas dan bawah dari gigi, jangan dengan gerakan menyamping pada gigi. Buat gerakan sirkular vertikal, jangan horizontal. Lakukan pada bagian permukaan gigi bagian depan, belakang, atas dan bawah serta pada lidah.
6. Selalu Memulai Pada tempat yang Sama
Kebanyakan orang akan memulai pada titik yang sama setiap kali akan mulai menyikat gigi. “Mulailah di tempat-tempat yang berbeda supaya Anda tidak menjadi ‘malas’ untuk membersihkan titik yang lainnya. Jika Anda memulai di titik yang sama, Anda cenderung semangat di titik tersebut, kemudian malas membersihkan di titik yang terakhir,” jelas Price.
7. Mengabaikan Bagian Dalam Gigi
Kebanyakan orang ternyata sering kali lupa membersihkan bagian dalam gigi, bagian yang bersentuhan dengan lidah. Plak yang tersembunyi sama pentingnya untuk dibersihkan seperti plak yang terlihat. Titik yang paling sering dilupakan untuk dibersihkan adalah pada bagian dalam gigi depan.
8. Kurang Bersih Membilas
Bakteri bisa tumbuh pada sikat gigi yang lupa dibersihkan. Jika ini terjadi, bakteri tersebut bisa tumbuh dan kembali hinggap pada mulut Anda di sesi penyikatan berikutnya. Bersihkan sikat gigi setelah Anda menggunakannya dan pastikan tak ada yang menyangkut atau pasta gigi yang tersisa.
9. Membiarkan Sikat Gigi dalam Keadaan Basah
Sikat gigi yang basah dan lembab pun akan menjadi tempat favorit bakteri. Tak hanya itu, sikat gigi yang lembab akan merusak bulu sikatnya jika dibiarkan begitu saja. Akan lebih baik jika sikat gigi disimpan tertutup dalam keadaan kering. Biarkan kering, baru tutup dengan tutupnya.
10. Tidak Mengganti Sikat Gigi Cukup Sering
Rekoomendasi ADA untuk mengganti sikat gigi setelah 3-4 bulan pemakaian atau langsung ganti ketika bulu sikatnya terlihat mulai rusak. Ketimbang Anda mematok waktu, perhatikan sikat gigi Anda. Saat ini sudah ada sikat gigi yang bulunya diberikan penanda warna. Saat warna memudar, maka sudah waktunya sikat tersebut diganti. Atau ketika Anda menemukan sudah ada bulu sikat gigi yang rontok, atau fleksibilitasnya mulai berkurang, segera ganti.
Minggu, 13 Februari 2011
Sabtu, 12 Februari 2011
CARA DOWNLOAD CEPAT di ZIDDU
CARA DOWNLOAD CEPAT ZIDDU
Ada dua cara dan satu cara bonus yang akan saya berikan untuk dapat melakukan download dengan cepat
Cara satu:
- Saat mendownload file, pastikan anda dalam keadaan login di ziddu, untuk itu anda harus melakukan registrasi dulu di ziddu. untuk melakukan registrasi di Ziddu.com anda bisa REGISTER SECARA GRATIS anda bisa membuka http://www.ziddu.com atau KLIK DISINI
- Setelah anda REGISTER SECARA GRATIS, silahkan anda login.
- Pastikan pada saat mendownload file anda dalam keadaan login, dengan begitu proses download akan menjadi lebih cepat dan stabil.
- Untuk mengindari terputusnya proses download, lebih baik download file satu per satu, usahakan anda mendownload pakai IDM, kalo belum punya IDM download DISINI untuk IDM Full biar lebih nyaman
Cara dua :
Untuk mendowload 1 file kita harus mengklik 3 halaman web terlebih dahulu sebelum kita benar-benar dihantar ke halaman download seperti contoh di bawah:
Link pertama: http://www.ziddu.com/downloadlink/3312183/RapidShare-Plus.rar
Link kedua : http://www.ziddu.com/download/3312183/RapidShare-Plus.rar.html
Link terakhir: http://downloads.ziddu.com/downloadfile/3312183/RapidShare-Plus.rar.html
Link kedua : http://www.ziddu.com/download/3312183/RapidShare-Plus.rar.html
Link terakhir: http://downloads.ziddu.com/downloadfile/3312183/RapidShare-Plus.rar.html
Jadi trik kita adalah membuang halaman yang tak berguna itu, supaya user yang pengetahuan internetnya pas-pas-an tidak kebingungan mendownload file kita, caranya:
Dari halaman My Files, copy link file yang mau di share dan edit alamat URL nya:
- Ganti “downloadlink” menjadi “downloadfile”
- Tambahkan [.html] di akhir link dan
- Ganti “www” menjadi “downloads”.
Contoh: http://www.ziddu.com/downloadlink/3312183/RapidShare-Plus.rar
diganti dengan: http://downloads.ziddu.com/downloadfile/3312183/RapidShare-Plus.rar.html
diganti dengan: http://downloads.ziddu.com/downloadfile/3312183/RapidShare-Plus.rar.html
Jadi setiap kali hanya kasih link yang telah kita modifikasi itu ke user.
Dengan cara ini akan langsung menghantar kita ke halaman pengisian captcha dengan melewati halaman-halaman lain yang penuh dengan iklan. (harap maklum, Ziddu hidup dari iklan)
Tips: gunakan fasilitas find and replace, jika link yang mau diganti cukup banyak.
Dengan cara ini akan langsung menghantar kita ke halaman pengisian captcha dengan melewati halaman-halaman lain yang penuh dengan iklan. (harap maklum, Ziddu hidup dari iklan)
Tips: gunakan fasilitas find and replace, jika link yang mau diganti cukup banyak.
Cara bonus :
Kita sering malas kalo cari cari file di ziddu, karena beda dengan 4shared.com, di ziddu kita tidak bisa mencari file, disini saya akan memberikan sedikit bocoran bagaimana cara membuka arsipnya ziddu, jadi semua file yang ada di ziddu bisa kita intip mentah mentah, dan kita juga bisa menghemat waktu karena akan sangat mudah mendownload kalau kita langsung memasuki arsip ziddu, tapi anda tidak bisa mendownload dengan mudah jika anda bukan anggota/member ziddu jadi silahkan registrasi lebih dahulu di http://www.ziddu.com atau biar lebih mudah anda bisa KLIK DISINI
setelah anda terdaftar sebagai member ziddu anda bisa melakukan klik atau mengetik :
kalau anda masih mampu mendownload ( saya yakin masih mampu karena anda sudah menjadi member ziddu dan pasti akan sangat mudah ) anda silakan merubah angka 1, 2, 3 menjadi angka selanjutnya sampai ratusa atau ribuan.
semoga bermanfaat..
Jumat, 11 Februari 2011
BLOK 9 LBM 5
LI LBM 5 blok 9
oleh Panji Pratikno pada 28 Oktober 2010 jam 22:31
STEP 1
1. Radang :bagian jaringan yang mengalami kerusakan dan ditandai dengan adanya tanda” inflamasi
STEP 2
1. DISFUNGSI SENDI RAHANG
2. <span>DISFUNGSI SENDI RAHANG NON MASTIKATORI</span>
3. DISFUNGSI SENDI RAHANG AKIBAT PERADANGAN PADA MUKOSA
STEP 3
1. Definisi disfungsi sendi rahang non mastikatori?
- Disfungsi sendi rahang yang diakibatkan slaen dari pengunyhan,
- ketidakmampuan sendi melkukan fungsi semestinya yang diakibatkan slain dr sistem pengunyhan
- dikarenakan adanya radang
2. Klasifikasi disfungsi sendi rahang non mastikatori?
-myogenous
-arthogenous
- adanya lesi
- saraf
3. Mekanisme dan Patofisiologi disfungsi sendi rahang non mastikatori?
- Adanya gigi yang tidak sejajar,adanya radang disekitar mukosa lalu timbul rasa nyeri dan terjdi keterbatasan membuka mulut
- Pasien mengalami susah membuka mulut karn pertmbhn gigi yg tdk norml lalu menyebabkn adanya peradangan lalu 1 sisi gigi sakit otomtis pasien menggunakan 1 sisi
4. Apa penyebab disfungsi sendi rahang selain karena faktor pengunyahan?
- Inflamasi
- Degenarasi jar dsekitar rahang
- Atritis
- Trauma
- Pertumbuhn gigi yg abnormal
- Mal oklusi
5. Perbedaan disfungsi sendi rahang non mastikatori dengan disfungsi sendi rahang yang lain?
- non mastiktri disebabkn krn inflamasi dan mal oklusi,kalau mastikatri krn spasme otot
-
6. Gejala yang ditimbulkan disfungsi sendi rahang non mastikatori?
- Sakit disekitar rahang
- Sakit dbgn wajah
- Sakit kepala
- Keterbatasan membuka mulut
- Halitosis
- Terasa sakit disktr telinga
- Gigitan yang rasanya tidak pas
7. Mengapa pertumbuhan gigi 38 yg abnormal mempengaruhi terjadinya disfungsi sendi rahang?
- Jika gigi tidak tumbh sejajar/abnormal maka fungsi sendi juga tdk bekerja dengan semprn,sendi meleset...(ndak yoo?????)
8. Apakah disfungsi sendi rahang non mastikatori mempengaruhi pengunyahan?jlaskan mekanismenya?
- Iya mempengaruhi,karena adanya peradangan ..misl jk tdp sariawn mk yg lain ikt terggu wlpn sbnrnya otot tdk mengalami kelainan...(cari lagi !!!)
9. Efek dari disfungsi sendi rahang non mastikatori?
- Trismus
- Kesulitan mengunyah
- Nyeri orofacial
-
10. Terapi yang diakukan untuk disfungsi sendi rahang non mastikatori?
- Fisioterapi
- Farmakologi:menyembuhkan radang
- Pembedahan
- ekstrasi
11. Apa nyeri mukosa gigi menimbulkan gangguan pada TMJ?jelaskan!!!
- Iya,nyeri menimblkn krn radang,nyeri dpt menyebarkan,saraf dpt mempengarhi TMJ
12. Apakah Faktor odontogenik dapat mempengaruhi non mastikori?
BLOK 7 LBM 4
BLOK 7 LBM 4
oleh Panji Pratikno pada 18 Mei 2010 jam 22:55
LAPORAN SGD 2
STEP 1
- TAMBALAN : terbuat dari berbagai bahan yang dimasukkan kedalam gigi atau sekitarnya.
Bahan yang digunakan untuk menutupi jaringan yang rusak
Perbaikan suatu jaringan denganc ara menambahkan suatu bahan .
- LOGAM : digunakan untuk restorasi gigi seperti emas perak dan timah.
Merupakan suatu bahan hasil tambang
- LOGAM COR : logam yang digunakan untuk mengecor tambalan
STEP 2
PEMBUATAN TAMBALAN DENGAN LOGAM COR
STEP 3
1. Bahan tambal logam
a. Definisi
Bahan yang digunakan untuk menutupi jaringan yang rusak
b. Fungsi
Sebagai bahan restorasi ,perawatan ortodontik dan prostodontik.
c. Kasifikasi , Jenis dan fungsi
i. Logam murni
Emas :
Titanium :
ii. Logam cor
Alloy emas : digunakan untuk crown, inlay, onlay, dan jembatan
Alloy logam : digunakan sebagai jembatan atau rangka gigi palsu
Amalgam :digunakan pada daerah gigi yang mengalami abrasi kuat.
Logam berlapis porselein digunakan untuk membuat crown atau jembatan
d. Manipulasi alloy
i. Logam dipanaskan
ii. Setelah Cair dimasukkandalam cetakan
iii. Cetakan dari pasir
iv. Setelah memenuhi cetakan
v. Jika sudah padat, diambil cetakannya
vi. Hasil cetakan diambil untuk proses sekunder
e. Syarat
Kuat
Tidak mudah patah dan terabrasi
Mampu beradaptasi dengan jaringan oral
Tidak beracun
Anti karat
f. Sifat
Anti karies
Warna perak atau emas
Untuk alloy selain emas memunculkan alergi
g. Kekurangan dan kelebihan
Kekurangan
o Tidak estetik karna warnanya yang kontras dengan gigi
o Muncul rasa sensitive terhadap panas dan dingin
o Menimbulkan reaksi alergi
o Reaksi toksisitas , contohnya kalau amalgam ada kandungn mercury.
Kelebihan
o Lebih kuat
o Tahan karat
o Mudah dimanipulasi (amalgam)
o Ketahanan terhadap keausan sangat tinggi
h. Komposisi
2. Bahan tambal logam cor
a. Definisi
logam yang terbentuk dari lebih dari 1 macam jenis logam
b. Fungsi
Untuk penambalan gigi (biasanya untuk gigi posterior)
c. Jenis, fungsi & Komposisi
i. Alloy emas
digunakan untuk crown, inlay, onlay, dan jembatan
emas, tembaga,
ii. Alloy logam
digunakan sebagai jembatan atau rangka gigi palsu
perak,
iii. Amalgam
digunakan pada daerah gigi yang mengalami abrasi kuat
: air raksa, perak, timah, seng, tembaga
Campuran liquid dengan powder
Liquid : logam mercury,
Powder : logam paduan , perak timah dll.
40% mercury
60% powder 25 – 27 timah, 6 % tembaga , 2 % seng , 67 -70 % perak
Klasifikasi amalgam :
1. Konvensional
Komposisi perak minimal 65%
Timah max 29%
Tembaga 6%
Seng max 2%
Air raksa max 3%
2. Modern
Perak 40 – 60 %
Timah 27 – 30 %
Tembaga 13 – 30 %
d. Kelebihan dan kekurangan LI
e. Sifat
Kuat
Penghantar panas yang baik
Selain alloy emas, yang lain menimbulkan alergi
Tahan karat
Anti karies
Tahan abrasi
f. Syarat
Terdiri dari unsure logam murni (emas , palatinum, palladium, rubuisium, titanium, perak, timah putih, )
Tahan karat
Tidak toksik dan tidak iritan
Tahan abrasi
g. Manipulasi LI
STEP 7
1. Bahan Tambal Logam
a. Definisi
Definisi dari logam yang diambil dari buku Phillips adalah substansi kimia opak mengkilap yang merupakan penghantar panas atau listrik yang baik serta bila dipoles merupakan pemantul atau reflector sinar yang baik
Logam adalah elektro positif yang menghasilkan elektropositif menghasilkan ion positif dalam larutan.
Simpulan : merupakan substansi kimia yang mengkilap merupakan konduktor penghantar panas dan listrik yang baik. Serta menghasilkan ion positif.
b. Fungsi
Untuk membuat inlay , onlay, mahkota, jembatan konvesional yang seluruhnya terdiri atas logam, jembatan logam keramik, jembatan logam resin.
c. Klasifikasi, Jenis, Fungsi
Terbagi menjadi 2 :
Logam murni : contoh, Au, Cu, Co, Ag, dan lain2…
Logam campur : Terdiri dari campuran logam – logam maupun logam – non logam
d. Manipulasi
Pembentukan logam :
• Casting (pengecoran)
• Cold working (pekerjaan dingin, ditempa, ditarik, atau digulung)
• Powder metalurgi (dari serbuk logam ditekan dalam tekanan yang tinggi)
• Elektroforming
e. Syarat
• Biokompatibilitas
• Secara kimia , tahan terhadap korosi dan suasana dalam saliva
• Secara fisik konduktivitas thermal dan kuat
• Pengetahuan teknik dan pembuatan dentalnya harus dimiliki dokter gigi dan teknisi gigi.
• Bahan bahannya tersedia dalam jumlah besar dan mudah didapat.
• Tidak berpontensi sebagai bahan karsinogenik (kanker)
• Terdapat kandungan logam mulia
• Tahan terhadap coral
• Sebagai penghantar suhu yang baik, dan memberikan penampilan natural pada gigi.
• Berkekuatan tinggi dan tahan terhadap tekanan.
f. Sifat
• Kecocokan biologis
• Mudah dicairkan,dicor, dan dipoles
• Tidak korosi
• Mengalami sedikit penyusutan ketika memadat
• Lebih lentur dan dapat ditempa (malleable) dari pada non logam yang umumnya lebih rapuh
• Mempunyai ketahanan abrasi yang baik, bereaksi minimal terhadap bahan mould.
• Tahan terhadap tekanan
• Sifatnya mengkilat dan merupakan penghantar panas dan listrik yang baik.
• Bergantung pada perlakuan termis, perlakuan mekanik, serta komposisi. Dan fusi nya (harus seimbang)
g. Kekurangan dan Kelebihan
Logam mulia kelebihannya tahan karat tahan korosi tanpa harus dicampur dengan campuran lain.
Kelebihannya lebih kuat dengan bahan tambal yang lain.
Kekurangannya tidak estetik dan cenderung mahal.
2. Bahan Tambal Logam Cor
a. Definisi
Logam campuran yang manipulasi nya melalui pengecoran.
b. Fungsi
Sebagai penggunaan dental restorasi (inlay, onlay , dan crown)
c. Klasifikasi, jenis & Komposisi
Jenisnya ada 5 :
i. Dental amalgam untuk tambal gigi, campuran dari perak, timah, tembaga, seng (masing2 perak 68.5%, timah putih 25,50%, emas 5%, seng 1%)
ii. Alloy emas untuk inlay, onlay, crown,jembatan, landasan gigii tiruan sebagai tuangan, digunakan dalam bentuk kawat.
Komposisi : campuran emas dengan logam yang lain seperti temabag, perak, platinum dan seng
iii. Alloy cobalrt – chromium, alloy silver-paladium, alloy alumunium – bronze, fungsi : digunakan untuk landasan giigi tiruan. Komposisi : cobalt, chromium, silver, palladium, alumunium, bronze
iv. Staniless steel . Fungsi : sebagai landasan gigi tiruan, digunakan dalam bentuk kawat. Komposisi : stainless steel
v. Alloy nickel – chromium , nickel – titanium. Fungsi : digunakan dalam bentuk kwat. Komposisi : nickel, kromium, titanium.
Spesifikasi ADA No. 5 alloy diklasifikasikan menjadi 4 tipe :
a. Tipe I : Soft, untuk restorasi dengan subjek stress yang rendah : inlay
b. Tipe II : Medium , untuk restorasi dengan subjek stress moderate : inlay dan onlay
c. Tipe III : Hard, untuk restorasi dengan subjek stress tinggi : Crown, thick veneer crown, short span fixed partial denture.
d. Tipe IV : Extra hard, untuk restorasi dengan subjek stress yang sangat tinggi : thick – veneer crown, long – span fixed partial denture, removeable partial denture.
Klasifikasi menurut Nobilitas (ADA/ANSI)
a. High Noble (Au > 40%, noble 60%)
Au – Pt alloy : Untuk Full Casting, Porcelain Fuse to Metal
Au – Cu – Ag alloy : Full casting
b. Noble ( Noble > 25 %)
Ag – Au – Cu alloy : Full Casting
Pd – Cu alloy : full casting, PFM
Ag – Pd alloy : full casting, PFM
c. Based Metal alloy ( Noble < 25 %)
Ni – based alloy : full casting, PFM, wrought, partial denture
Co – based alloy : sda
Ti – based alloy : sda + implant
Noble metal terdiri dari : Rhutenium (Ru), Rhodium (Rh), Palladium (Pd), Osmium (Os), Indium (In), Platinum (Pt), Aurum (Au)
d. Sifat
• Penumpatan rendah
• Korosi
• Perbuhana dimensional, perubahan yang akibat kontraksi dan ekspansi dalam setting.
• Mudah untuk dicairkan, dicor, dilas atau disolder dan mold, mempunyai ketahanan abrasi yang baik.
• Tahan terhadap tekanan
• Tahan terhadap karat dan korosi
• Biokompabilitas
• Density tinggi dan fluiditas yang baik saat mencair
• Biaya tidak mahal maupun biaya harga bahan dan laborat.
• Thermal expansion (semakin perubahan dimensi, semakin tinggi perubahan suhu)
• Kekuatan nya tinggi, sulit pecah.
• Konduktivitas tinggi
e. Syarat
• Tidak membahayakan pulpa dan jaringan lunak
• Tidak mengandung bahan toksik yang bisa berdifusi terlepas dan diabsorbsi dalam sisitem sirkulasi.
• Bebas dari agen yang menyebabkan reaksi alergi
• Tidak berpotensi sebagai bahan karsinogenik
• Titik cairnya tinggi, tahan terhadap korosi
• Sebagai klamer atau cengkram
• Modulus elastic tinggi
• Pertahanan terhadap abrasi baik
• Mudah disolder dan dipoles
• Tahan terhadap suhu panas dan dingin
f. Manipulasi
CASTING :
i. Waxing (Membuat model/ pattern dari malam KG)
ii. Spruing (Membentuk kanal untuk lewat cairan metal)
iii. Investing (Penanaman sprue pada basis sprue)
iv. Burn Out (Eliminasi wax dengan panas)
v. Casting (Mengisi mould dengan cairan logam)
vi. Pickling (Membersihkan kotoran oksida yang melekat dengan merendam dalam asam sulfat panas selama 5 -10 detik)
vii. Finishing & Polishing
Prosedur dari soldering adalah sebagai berikut :
1. Dengan pensil yang lembut, lingkari daerah kontak untuk member batas penyolderan pada waktu bahan ini bersatu dan mengalir.Bhahan solder yang meleleh harus berada pada batas yang digambar tadi.
2. Pada daerah kontak diberi lapisan tipis dari pasta fluks untuk solder.
3. Solder dilapisi dengan fluks dan ditempatkan pada daerah kontak, dan tuangan dipatrikan dengan self locking soldering tweezer.
4. Tweezer menjepit tuangan agar dapat memfokuskan panas pada tuangan tanpa keluar dari tweezer.
5. Tuangan ditempatkan pada bagian yang terpanas dari api Bunsen.
6. Tuangan akan cepat panas dan menjadi berwarna merah, solder akan meleleh serta mengalir kedaerah kontak.
7. Segera setelah solder mengalir, tuangan dijauhkan dari api.
8. Kemudian tuangan direndam dalam larutan pickling
9. Alhamdulillah selese juga.
g. Kekurangan dan Kelebihan
Kekurangan : dari warna , mengalami korosi dan galvanic action,tidak membantu menguatkan sisa jaringan digigi. Terdapat kebocoran ditepi tepi tambalan
Kelebihan : tidak terlalu sensitive, mampumem[pertahankan bentuk anatomis, memiliki resistensi terhadap fraktur, dapat digunakan dalam daerah yang menerima beban, umur panjang atau bertahan lama. Ketahanan terhadap keausan sangat tinggi
CONCEPT MAPPING
BAHAN TAMBAL
LOGAM NON LOGAM
MURNI CAMPURAN
KLASIFIKASI JENIS FUNGSI KOMPOSISI SYARAT
MANIPULASI
PENGECORAN PENYOLDERAN
DAFTAR PUSTAKA
Anusavice, Kenneth J.2003. Phillips Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi Edisi10. AAAA Jakarta :EGC
Baum, Phillips dan Lund.1997. Buku Ajar Ilmu Konservasi Gigi Edisi 3. Jakarta : AAAAAEGC
STEP 1
- TAMBALAN : terbuat dari berbagai bahan yang dimasukkan kedalam gigi atau sekitarnya.
Bahan yang digunakan untuk menutupi jaringan yang rusak
Perbaikan suatu jaringan denganc ara menambahkan suatu bahan .
- LOGAM : digunakan untuk restorasi gigi seperti emas perak dan timah.
Merupakan suatu bahan hasil tambang
- LOGAM COR : logam yang digunakan untuk mengecor tambalan
STEP 2
PEMBUATAN TAMBALAN DENGAN LOGAM COR
STEP 3
1. Bahan tambal logam
a. Definisi
Bahan yang digunakan untuk menutupi jaringan yang rusak
b. Fungsi
Sebagai bahan restorasi ,perawatan ortodontik dan prostodontik.
c. Kasifikasi , Jenis dan fungsi
i. Logam murni
Emas :
Titanium :
ii. Logam cor
Alloy emas : digunakan untuk crown, inlay, onlay, dan jembatan
Alloy logam : digunakan sebagai jembatan atau rangka gigi palsu
Amalgam :digunakan pada daerah gigi yang mengalami abrasi kuat.
Logam berlapis porselein digunakan untuk membuat crown atau jembatan
d. Manipulasi alloy
i. Logam dipanaskan
ii. Setelah Cair dimasukkandalam cetakan
iii. Cetakan dari pasir
iv. Setelah memenuhi cetakan
v. Jika sudah padat, diambil cetakannya
vi. Hasil cetakan diambil untuk proses sekunder
e. Syarat
Kuat
Tidak mudah patah dan terabrasi
Mampu beradaptasi dengan jaringan oral
Tidak beracun
Anti karat
f. Sifat
Anti karies
Warna perak atau emas
Untuk alloy selain emas memunculkan alergi
g. Kekurangan dan kelebihan
Kekurangan
o Tidak estetik karna warnanya yang kontras dengan gigi
o Muncul rasa sensitive terhadap panas dan dingin
o Menimbulkan reaksi alergi
o Reaksi toksisitas , contohnya kalau amalgam ada kandungn mercury.
Kelebihan
o Lebih kuat
o Tahan karat
o Mudah dimanipulasi (amalgam)
o Ketahanan terhadap keausan sangat tinggi
h. Komposisi
2. Bahan tambal logam cor
a. Definisi
logam yang terbentuk dari lebih dari 1 macam jenis logam
b. Fungsi
Untuk penambalan gigi (biasanya untuk gigi posterior)
c. Jenis, fungsi & Komposisi
i. Alloy emas
digunakan untuk crown, inlay, onlay, dan jembatan
emas, tembaga,
ii. Alloy logam
digunakan sebagai jembatan atau rangka gigi palsu
perak,
iii. Amalgam
digunakan pada daerah gigi yang mengalami abrasi kuat
: air raksa, perak, timah, seng, tembaga
Campuran liquid dengan powder
Liquid : logam mercury,
Powder : logam paduan , perak timah dll.
40% mercury
60% powder 25 – 27 timah, 6 % tembaga , 2 % seng , 67 -70 % perak
Klasifikasi amalgam :
1. Konvensional
Komposisi perak minimal 65%
Timah max 29%
Tembaga 6%
Seng max 2%
Air raksa max 3%
2. Modern
Perak 40 – 60 %
Timah 27 – 30 %
Tembaga 13 – 30 %
d. Kelebihan dan kekurangan LI
e. Sifat
Kuat
Penghantar panas yang baik
Selain alloy emas, yang lain menimbulkan alergi
Tahan karat
Anti karies
Tahan abrasi
f. Syarat
Terdiri dari unsure logam murni (emas , palatinum, palladium, rubuisium, titanium, perak, timah putih, )
Tahan karat
Tidak toksik dan tidak iritan
Tahan abrasi
g. Manipulasi LI
STEP 7
1. Bahan Tambal Logam
a. Definisi
Definisi dari logam yang diambil dari buku Phillips adalah substansi kimia opak mengkilap yang merupakan penghantar panas atau listrik yang baik serta bila dipoles merupakan pemantul atau reflector sinar yang baik
Logam adalah elektro positif yang menghasilkan elektropositif menghasilkan ion positif dalam larutan.
Simpulan : merupakan substansi kimia yang mengkilap merupakan konduktor penghantar panas dan listrik yang baik. Serta menghasilkan ion positif.
b. Fungsi
Untuk membuat inlay , onlay, mahkota, jembatan konvesional yang seluruhnya terdiri atas logam, jembatan logam keramik, jembatan logam resin.
c. Klasifikasi, Jenis, Fungsi
Terbagi menjadi 2 :
Logam murni : contoh, Au, Cu, Co, Ag, dan lain2…
Logam campur : Terdiri dari campuran logam – logam maupun logam – non logam
d. Manipulasi
Pembentukan logam :
• Casting (pengecoran)
• Cold working (pekerjaan dingin, ditempa, ditarik, atau digulung)
• Powder metalurgi (dari serbuk logam ditekan dalam tekanan yang tinggi)
• Elektroforming
e. Syarat
• Biokompatibilitas
• Secara kimia , tahan terhadap korosi dan suasana dalam saliva
• Secara fisik konduktivitas thermal dan kuat
• Pengetahuan teknik dan pembuatan dentalnya harus dimiliki dokter gigi dan teknisi gigi.
• Bahan bahannya tersedia dalam jumlah besar dan mudah didapat.
• Tidak berpontensi sebagai bahan karsinogenik (kanker)
• Terdapat kandungan logam mulia
• Tahan terhadap coral
• Sebagai penghantar suhu yang baik, dan memberikan penampilan natural pada gigi.
• Berkekuatan tinggi dan tahan terhadap tekanan.
f. Sifat
• Kecocokan biologis
• Mudah dicairkan,dicor, dan dipoles
• Tidak korosi
• Mengalami sedikit penyusutan ketika memadat
• Lebih lentur dan dapat ditempa (malleable) dari pada non logam yang umumnya lebih rapuh
• Mempunyai ketahanan abrasi yang baik, bereaksi minimal terhadap bahan mould.
• Tahan terhadap tekanan
• Sifatnya mengkilat dan merupakan penghantar panas dan listrik yang baik.
• Bergantung pada perlakuan termis, perlakuan mekanik, serta komposisi. Dan fusi nya (harus seimbang)
g. Kekurangan dan Kelebihan
Logam mulia kelebihannya tahan karat tahan korosi tanpa harus dicampur dengan campuran lain.
Kelebihannya lebih kuat dengan bahan tambal yang lain.
Kekurangannya tidak estetik dan cenderung mahal.
2. Bahan Tambal Logam Cor
a. Definisi
Logam campuran yang manipulasi nya melalui pengecoran.
b. Fungsi
Sebagai penggunaan dental restorasi (inlay, onlay , dan crown)
c. Klasifikasi, jenis & Komposisi
Jenisnya ada 5 :
i. Dental amalgam untuk tambal gigi, campuran dari perak, timah, tembaga, seng (masing2 perak 68.5%, timah putih 25,50%, emas 5%, seng 1%)
ii. Alloy emas untuk inlay, onlay, crown,jembatan, landasan gigii tiruan sebagai tuangan, digunakan dalam bentuk kawat.
Komposisi : campuran emas dengan logam yang lain seperti temabag, perak, platinum dan seng
iii. Alloy cobalrt – chromium, alloy silver-paladium, alloy alumunium – bronze, fungsi : digunakan untuk landasan giigi tiruan. Komposisi : cobalt, chromium, silver, palladium, alumunium, bronze
iv. Staniless steel . Fungsi : sebagai landasan gigi tiruan, digunakan dalam bentuk kawat. Komposisi : stainless steel
v. Alloy nickel – chromium , nickel – titanium. Fungsi : digunakan dalam bentuk kwat. Komposisi : nickel, kromium, titanium.
Spesifikasi ADA No. 5 alloy diklasifikasikan menjadi 4 tipe :
a. Tipe I : Soft, untuk restorasi dengan subjek stress yang rendah : inlay
b. Tipe II : Medium , untuk restorasi dengan subjek stress moderate : inlay dan onlay
c. Tipe III : Hard, untuk restorasi dengan subjek stress tinggi : Crown, thick veneer crown, short span fixed partial denture.
d. Tipe IV : Extra hard, untuk restorasi dengan subjek stress yang sangat tinggi : thick – veneer crown, long – span fixed partial denture, removeable partial denture.
Klasifikasi menurut Nobilitas (ADA/ANSI)
a. High Noble (Au > 40%, noble 60%)
Au – Pt alloy : Untuk Full Casting, Porcelain Fuse to Metal
Au – Cu – Ag alloy : Full casting
b. Noble ( Noble > 25 %)
Ag – Au – Cu alloy : Full Casting
Pd – Cu alloy : full casting, PFM
Ag – Pd alloy : full casting, PFM
c. Based Metal alloy ( Noble < 25 %)
Ni – based alloy : full casting, PFM, wrought, partial denture
Co – based alloy : sda
Ti – based alloy : sda + implant
Noble metal terdiri dari : Rhutenium (Ru), Rhodium (Rh), Palladium (Pd), Osmium (Os), Indium (In), Platinum (Pt), Aurum (Au)
d. Sifat
• Penumpatan rendah
• Korosi
• Perbuhana dimensional, perubahan yang akibat kontraksi dan ekspansi dalam setting.
• Mudah untuk dicairkan, dicor, dilas atau disolder dan mold, mempunyai ketahanan abrasi yang baik.
• Tahan terhadap tekanan
• Tahan terhadap karat dan korosi
• Biokompabilitas
• Density tinggi dan fluiditas yang baik saat mencair
• Biaya tidak mahal maupun biaya harga bahan dan laborat.
• Thermal expansion (semakin perubahan dimensi, semakin tinggi perubahan suhu)
• Kekuatan nya tinggi, sulit pecah.
• Konduktivitas tinggi
e. Syarat
• Tidak membahayakan pulpa dan jaringan lunak
• Tidak mengandung bahan toksik yang bisa berdifusi terlepas dan diabsorbsi dalam sisitem sirkulasi.
• Bebas dari agen yang menyebabkan reaksi alergi
• Tidak berpotensi sebagai bahan karsinogenik
• Titik cairnya tinggi, tahan terhadap korosi
• Sebagai klamer atau cengkram
• Modulus elastic tinggi
• Pertahanan terhadap abrasi baik
• Mudah disolder dan dipoles
• Tahan terhadap suhu panas dan dingin
f. Manipulasi
CASTING :
i. Waxing (Membuat model/ pattern dari malam KG)
ii. Spruing (Membentuk kanal untuk lewat cairan metal)
iii. Investing (Penanaman sprue pada basis sprue)
iv. Burn Out (Eliminasi wax dengan panas)
v. Casting (Mengisi mould dengan cairan logam)
vi. Pickling (Membersihkan kotoran oksida yang melekat dengan merendam dalam asam sulfat panas selama 5 -10 detik)
vii. Finishing & Polishing
Prosedur dari soldering adalah sebagai berikut :
1. Dengan pensil yang lembut, lingkari daerah kontak untuk member batas penyolderan pada waktu bahan ini bersatu dan mengalir.Bhahan solder yang meleleh harus berada pada batas yang digambar tadi.
2. Pada daerah kontak diberi lapisan tipis dari pasta fluks untuk solder.
3. Solder dilapisi dengan fluks dan ditempatkan pada daerah kontak, dan tuangan dipatrikan dengan self locking soldering tweezer.
4. Tweezer menjepit tuangan agar dapat memfokuskan panas pada tuangan tanpa keluar dari tweezer.
5. Tuangan ditempatkan pada bagian yang terpanas dari api Bunsen.
6. Tuangan akan cepat panas dan menjadi berwarna merah, solder akan meleleh serta mengalir kedaerah kontak.
7. Segera setelah solder mengalir, tuangan dijauhkan dari api.
8. Kemudian tuangan direndam dalam larutan pickling
9. Alhamdulillah selese juga.
g. Kekurangan dan Kelebihan
Kekurangan : dari warna , mengalami korosi dan galvanic action,tidak membantu menguatkan sisa jaringan digigi. Terdapat kebocoran ditepi tepi tambalan
Kelebihan : tidak terlalu sensitive, mampumem[pertahankan bentuk anatomis, memiliki resistensi terhadap fraktur, dapat digunakan dalam daerah yang menerima beban, umur panjang atau bertahan lama. Ketahanan terhadap keausan sangat tinggi
CONCEPT MAPPING
BAHAN TAMBAL
LOGAM NON LOGAM
MURNI CAMPURAN
KLASIFIKASI JENIS FUNGSI KOMPOSISI SYARAT
MANIPULASI
PENGECORAN PENYOLDERAN
DAFTAR PUSTAKA
Anusavice, Kenneth J.2003. Phillips Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi Edisi10. AAAA Jakarta :EGC
Baum, Phillips dan Lund.1997. Buku Ajar Ilmu Konservasi Gigi Edisi 3. Jakarta : AAAAAEGC
BLOK 11 LBM 5
SGD LBM 5 BLOK 11
oleh Panji Pratikno pada 07 Februari 2011 jam 10:09
INFEKSI VIRUS HIV
1. Definisi
- Merupakan infeksi virus yg menyebabkan AIDS dgn cara menhyerang sel darah pth yg dpt menyebabkan penurunan daya tahan tubuh
- Virus yg menyerang system kekebalan tubuh shngg tubuh sulit untuk membunuhnya, disertai gejala oportunistik
- Merupakan infeksi retrovirus(mempunyai siklus dr RNA menjadi DNA), mulai dari RNA menjadi DNA melalui replikasi
- Menyerang CD4 pada sel darah putih dan melakukan perkembangbiakan disitu shng penderita mudah mengalami mudah sakit walaupun pnyktnya ringan, disertai gejala oportunistik
Jumat:
♫ Anggota dari genus retrovirus bagain dr keluarga retroviridae yg ditandai dgn periode latensi yg panjang dan sebuah sampul lipit dari sel host awal yg mengelilingi sebuah pusat protein/ RNA
♫ Suatu virus yg bersifat limfotropik khas dan mempunyai kemampuan merusak sel darah putih spesifik yaitu sel limfosit T helper/ sel limfosit pembawa factor T4(CD4)
♫ Virus yg menginveksi kekebalan tbh manusia yaitu CD4 dan Tsel dan makrofag, sehingga dapat merusak kekebalan tubuh manusia
♫ Jenis parasit obligat yaitu virus yg hanya hidup dalam sel atau media hidup
♫ Virus yg dapat menyebabkan AIDS(merupakan fase terminal dari HIV) dengan cara menyerang sel darah putih yg bernama sel CD4, sehingga dapat merusak kekebalan tubuh manuasia
2. Etiologi
- Disebabkan oleh virus, dpt ditularkan melalui air ludah, suntikan yg bergantian, air mata, obat narkotika, transfuse darah, air susu, afinitas yg kuat terhadap limfosit T, hubungan seksual yg berganti2 pasangan
- Virus HTLII ,LAV, RAV
Jumat:
♫ Ditularkan oleh suatu cairan tubuh termasuk darah, semen, cairan vagina, dan air susu
♫ HIV1, ada diasiaà disebabkan oleh LAV, HTLV3, memiliki 10 sub tipe B melalui homoseksual dan penggunaan obat suntik. Tipe C dan E melalui hubungan seksual
♫ HIV2, masih terisolasi di afrika baratà adanya perbedaan gen dengan asia sehingga tidak ada di asia
♫ Terdapat di sel monosit, makrofag, sel glia(jar.otak), sehingga bisa menyebabkan kambuhan
3. Gejala dan komplikasi
- Stadium 1, infeksi utama: Tanda gejala(masih normal aktivitasnya ttp dia terkena flu)à adanya pembengkakan dikel getah benih
- Stadium 2, asimtomatik: Radang disudut bibir, ispa(infeksi saluran pernafasan akut), penurunan BB <10%
- Stadium 3, simtomatik(sudah menunjukkan gejala): demam berkepanjangan, TB paru, pneumonia, penurunan BB >10%
- Stadium 4, ditandai AIDS(CD4 <200 mikro liter): berat badan turun, kaposis sarcoma, septicemia, kandidiasis pd kerongkongan, tenggorokan, saluran paru, herpes simplek, kehilangan BB > 10%
Jumat:
1. Saluran pernafasan à penderita mengalami nafas pendek, nyeri dada, demam dan batuk berlangsung >1bulan, bisa terjadi candidiasis orofaringeal
2. Saluran pencernaan à hilang nafsu makan, mual, muntah, mengalami penyakit jamur dan rongga mulut pd kerongkongan,
3. System persyarafan à terjadinya gangguan persyarafan sntral, ingatan kurang, sakit kepala, susah berkonsentrasi
4. System integument à bisa mengalami herpes simplek
5. Saluran kemih dan reproduksi wanita à penyekit jamur di vagia, sifilis
♫ Infeksi primer dari HIV, berjalan beberapa minggu setelah terserang HIV, à demam, nyeri dada, 4-11 hari masa antara infeksi mukosa
♫ Periode laten, masa inkubasi 10thn à asimtomatik, tidak ada gejala apa2, tetapi sebagian ada yg menyalami pembengkakan getah bening
♫ Periode >10thn à infeksi oportunistik(masa inkubasi)
4. Pathogenesis
- HIV merupakan virus RNA dan mempunyai enzim transkriptiase à + infeksi à membentuk DNA à virus masuk ke inti sel à menjadi DNA provirus à berintegrasi dgn DNA à mengalamai replikasi à menghasilkan 3: virus RNA, protein virus, punya enzim transkriptiase(untuk menghasilkan salinan RNA kemudian dimasukkan ke dalam sel RNA pada host)
Jumat:
♫ Menyerang kekebalan tubuh, yg terdiri sel Tsel dan CD4 à menurunkan fungsi imun à mengikat CD4 à virus masuk à melepaskan bungkusnya dengan enzim transcript merubah bentuk RNA agar dapat bergabung dengan DNA sel target à dapat berkembang biak à virus meginfeksi secara irreversible dan berlangsung seumur hidup
♫ HIV hanya menginfeksi sel-sel yg membawa reseptor membrane tertentu yg memungkinkan virus tersebut berikatan dengannya, salah satunya adalah antigen CD4. Sel-sel yg membawa antigen CD4 yg dapat terinfeksi oleh HIV adalah makrofag, sel imun kulit(sel langerhans), astrosit susunan syaraf pusat dan sel T helper(makrofag dan sel T helper à dikelenjar limfe. Limpa, dan sumsum tulang).
Sel-sel tersebut menularkan virus ke sel-sel normal yg melewati tempat tersebut, karena sel yg terinfeksi dalam organ limfoid banyak. Hal ini berarti bahwa meski virus tidak terdeteksi dalam darah, virus masih cenderung terdapat sel yg tidak tersirkulasi.
Virus mengikat CD4 untuk menginfeksi sel disamping itu harus mengikat reseptor permukaan sekunder(makrofag dan sel T helper). Reseptor makrofag disebut CCRr, sedangkan pada sel T helper disebut CXCR4.
HIV menginfeksi makrogaf pada tahap awal à HIV tidak menghancurkan makrofag namun bertahan didalam sel bertahun-tahun à bereplikasi dan bermutasi à starin yg bermutasi muncul mengikat reseptor CXCR4 à menginfeksi sel T herlper dan makrofag à enzim protease mempercepat masuknya HIV à membunuh sel T helper à kadar sel T helper dalam darah kurang dari 200L à terjadi infeksi oportunistik dan penyakit yg menyertai AIDS
Ketika HIV berproduksi, HIV menghancurkan membrane sel à menghambat kemampuan untuk melindungi diri dari radikal bebas atau membentuk super antigen yg menghancurkan sel
♫ Untuk pemetangan dibantu dgn enzim protease
♫ Pathogenesis 10tahap
1. Virus bebas tetapi telah berada dalam tubuh.
2. Pengikatan dan pemanduan : gl 120 dari virus mengikat pada reseptor CD4 dan salah satu reseptor bersama (CCR5 atau CXCR4). Molekul reseptor adalah umum di permukaan sel. Kemudian virus memadukan dengan sel.
3. Infeksi : virus menembus sel. Isi dikosongkan dalam sel.
4. Reverse transcription : serat tunggal RNA virus diubah menjadi DNA 2 serat oleh enzim reverse transcriptase.
5. Penyatuan : DNA virus disatukan dengan dalam virus yang baru terbentuk DNA sel oleh enzim integrase.
6. Transcription : waktu sel yang terinfeksi membagi, DNA virus ‘dibaca’ dan rantai protein yang panjang dibuat.
7. Perakitan : sekelompok rantai protein virus mengumpul.
8. Tonjolan : virus belum matang mendesak ke luar sel, diikuti oleh beberapa selaput sel. Enzim protease mulai mengelola protein.
9. Virus belum mayang melepaskan diri dari sel yang terinfeksi.
10. Menjadi matang : rantai protein pada bibit virus baru dipotong oleh enzim protease menjadi protein tunggal. Protein ini menggabung menjadi virus yang siap bekerja.
11. Manifestasi pada oral
- Ulcus multiple, berwarna kekuningan, tepi merah, bulat,(karena adanya inveksi lain, ex:herpes simplek)
- terdapat bercak putih pada dorsum lidah, dapat dikerok
- hairy leuplakia
- kandidiasis oral
- adanya gingivitis
- bau mulut
- RAS mayor
- Herpes simplek
- HIV necrotizing gingivitis maupun periodontitis
- Karies gigi
Menurut Shiod dan Pinborg 1987:
1. Bakteri à HIV necrotizing gingivitis maupun HIV necrotizing periodontitis
2. Virusà hairy leuplakia, herpes zoster, stomatitis herpetiformis, cytomegalovirus
3. Jamur à candidiasis oral(thrush, acute atrophic can didiasis, chronic hyperplastic candidiasis, dan stomatitis angularis)
4. Neoplasma à sarcoma kaposis
Menurut WHO, tergantung pd imun penderita dan lingkungan
1. Kuat berhubungn dgn HIV à candidiasis psudomembran dan eritematosus, hairy leuplakia, sakoma Kaposi, perodontal
2. Kurang umumà infeksi bateri, tuberkolosis, infeksi virus, herpes simplek, HPV(seperti kutil, yg bisa ditubuh/mulut),varisella
3. Jarang berhubungan à inveksi virus berupa sitomegalovirus, gangguan neurologis ex:fasial palsy dan trigeminal neuralgia
Untuk bayi yg baru lahir:
Lahiràinkubasià pembesaran limfa, kandidiasis
12. pemeriksaan penunjang untuk tes HIV
- urin, air liur
- ELISA(enzim linked imunosorbent assay)(untuk mendeteksi virus HIV 1 or 2)à sensitifitas tinggi, biasanya memberikan hasil + 2-3bln sesudah infeksi, bila hasil tes + harus dilakukan pengulangan, kalau hasil tes masih + harus konfirmasi dengan tes yg lebih spesifik yaitu yg metode Western Blot
- tes sederhana(diambil dari sempel darah)
- tes konfirmasi/ tes western blood yg bertujuan untuk mengehui tes diatas dan memperkuat hasilnya
- tes antigenvirus(scrining darah, tes sederhana)
- PCR à untuk tes HIV pada bayi, menetap pada infeksi individu yg seronegatif pada kelompok resiko tinggi, tes konfirmasi HIV2
- Pengujian CD4 à mengukur Thelper pada darah
- Viral lot à mengukur darah, kalau tinggi maka semakin cepat perkembangn AIDS
- Tes sel T limfosit
- Tes immunoglobulin A, IgG, IgM
13. Penatalaksanaan
- Terapi antriretrovirus untuk memperpanjang waktu hidup saja
- Untuk ibu hamilà neforapin(diberikan kepada ibu saat persalinan, pada dosis tunggal, kalau pada bayi diberikan 2-3hari dosis tunggal, penularan 47%) dan zidufidin(diberikan pada masa kemailan 2-12minggu, menurunkan angka penularan 67%) untuk mengurangi penularan ke bayinya
- Saat kelahiran dilakukan dengan sesar saja, untuk mengurangi penularan
- Bayi tidak boleh disusui ibunya, bayinya dilakukan vaksinasi
- Memakai kondom saat melakukan hubungan seksual
- Pengendalian oportunistik
- Terapi AZT(Azidotimidin) à untuk menghambat replikasi antiviral immunodeficiency virus yg mengakibatkan enzim pembalik transkriptase
- Terapi antiviral baru à beberapa antiviral baru yg meningkatkan aktivitas system imun dengan menghambat replikasi virus/ memutuskan rantai replikasi virus pada prosesnya. Obatnya adalah: didanosine, ribavirin, diedoxycytidine, recombinant CD4 dapat larut
a. Obat penghambat reserve transcriptase nukleosida à zidovudine, AZT(Retrovir, Avirzid, Adovi, Zidovex)
b. Obat penghambat reserve transcriptase non-nukleosida à nevirapine(nevirex, viramune), efavirenz(sustiva)
c. Obat penghambat protease à indinavir(crixivan), saquinavir(invirase), ritonavir(norvir), nelvinafir(viracept, nelvex), neofinavir
- Vaksin dan rekonstruksi virus
Pertanyaan2:
1. Pathogenesis halitosis pada HIV apa???
- HIV bisa menimbulkan xerostomia à halitosis
- Adanya pembengkakan kel. Ludah à produksi saliva berkurang à xerostomia à halitosis
Jumat:
♫ Dari obat-obatan dicurigai adanya infiltrasi lemak pada kelenjar Parotis, sehingga duktusnya tersumbat
♫ Obat-obatan, pengkakan kelenjar Parotisà saliva berkurang àxerostomia à halitosis
♫ Penanganan diberikan permen karet tanpa gula (saliva stimulant)untuk memacu aliran saliva agar meningkat, pemberian saliva buatan(anhydrous cristaline maltose), perangsang kel.ludah diberikan pilocarpin/ betanicol
2. Mengapa narkoba bisa menyebabkan HIV???
- Narkoba bisa marangsang halusinasi, dll, à syaraf pusat terganggu à daya tahan tubuh jg terganggu
Jumat:
♫ Sebenarnya narkoba tidak mempengaruhi terjadinya HIV atau AIDS dan imun. Hanya saja mengonsumsi narkoba dapat mempengaruhi system saraf pusat yang menyebabkan seseorang tidak dapat berpikir secara sehat sehinga mempengaruhi tindakan dan asupan nutrisinya yang member dampak kepada keadaan kesehatan (imunya). HIV baru dapat terjadi bila memakai narkoba dengan fasilitas jarum suntik.
3. Bagaimana terjadinya candidiasis pada penderita HIV???
- Merupakan system infeksi oportunistikà imun turu
- Karena inmun turun, imun turun diakibatkan karena turunnya CD4 yg disebabkan oleh penyerangan virus HIV. fungsi CD4 yaitu agar system kekebalan tubuh berfungsi baik. Dari system kekebalan tubuh yg turun maka terjadi infeksi oportunistik à candidiasis
4. Pathogenesis RAS pada HIV apa??
- Terjadi karena obat2an(narkoba) yg dikonsumsi oleh penderita
- RAS merupakan efek samping dari HIV
- Penatalaksanaan
1. Kortikosteroid sistemik à pemakaian prednisone dosis 40-60mg, lama terapi <2 minggu
2. Kortikosteriod topical à salep
a. 0,05% fluocinonide/ 0,05% clobetasol ditambah orobase (dengan perbandingan sama)
b. Obat kumur (elixir dexamethasone), dengan cara 1 menit kumur lalu dibuang
Langganan:
Postingan (Atom)