Jumat, 06 Mei 2011

LBM 5 BLOK 12

Karies
Definisi
suatu keadaan rusaknya struktur gigi akibat suatu lingk yg asam dr fermentasi karbohidrat dan mikroorganisme
rusaknya jar keras gigi yg progresif yg disebabkan oleh keaktifan metabolism plak bakteri
merupakan sebuah penyakit infeksi yg dpt merusak struktur gigi shg menyebabkan gigi berlubang
proses yg dimulai dengan larutnya mineral email sbg akibat terganggunya keseimbangan antara email dan sekelilingnya yg disebabkan oleh pembentukan asam mikrobia dari subtract yg akhirnya terjadi kavitas(secara umum)
Etiologi
Ada 4
Waktu
Bakteri asam yg memfermentasi karbohidrat, pH yg rendah menyebabkan demineralisasi pada gigi
hostà gigi dan air ludah(morfologi gigi,struktur gigi, kekentalan saliva,posisi gigi,pH saliva,kuantitas saliva)
bakterià streptococcus(memetabolisme karbohidrat menjadi asam dan bisa bertahan pd pH rendah), lactobacillus(bertahan pd pH yg rendah)
-substratà sukrosa,glukosa(karbohidrat)
Menurut kedalamannya
inspiensà karies pd permukaan enamel gigi,tidak terasa sakit , berwarna hitam/coklat
superfisialisà mengenai email
mediaà mengenai dentin, terasa sakit apbila terkena rangsangan panas,dingin,manis
profundaà mengenai pulpa,biasanya sakit bila makan dan terkadang tanpa ada rangsangan juga terasa sakit,kadang juga mengenai pulpa
Menurut terjadinya kerusakan menurut tempat yg terkena
-karies oklusalisà dipermukaan oklusal/atas gigi
-karies fisuralisà kerusakan di fisura gigi
-karies cervicalisà dileher gigi/service
-karies interdentalis/proksimalisà terjadi di 2 buah gigi yg berdekatan


Berdasarkan tingkat progresifitas
-karies akutà berkembang dan memburuk dengan cepat
Ex: pasien xerostomia
-karies kronisà karies berjalan lambat dengan penampakan berwarna coklat/hitam
-karies terhentià laju karies tidak berkembang krn lingkungan terjaga
Menurut kessel :
factor perusak secara aktif à semineralisasi bisa berasal dr makanan ,saliva dan bakteri
factor perusak bersifat predisposisi à umur, gizi, geografi, hormone, keturunan, kebersihan oral
host à Morfologi gigi, ukuran dan bentuk gigi, struktur email, factor kimia dan kristalografi
agen à plak,
substratà factor yg mempengaruhi pembentukan plak
waktu àlama karries berkembang menjadi suatu kavitas 48 bulan, dan lamanya terpapar mikroba
-dari bakteri streptococcus mutan merupakan penyebab utama karies, populasi nya banyak pada individu yg mengkonsumsi sukrosa
-lactobasilus, menyukai fissure dentin yg dalam, sebagai factor pembantu proses karies
-actinomicetes, menfermentasi glukosa
Patofisiologi dan patogenesis
Presipitation < -- > demineralisasi
Ca10 (PO4)6(OH)2 < -- > 10 ca2+ 6PO4 + 20H
Solid < -- > solution

Berdasarkan reaksi diatas, pada proses acidification (berkontak dengan asam) OH akan diubah oleh H dan PO akan diubah menjadi HPO , yang apabila kontak dengan asam lebih lama maka akan berubah menjadi HPO4. ini akan menyebabkan kekurangan OH dan PO pada persamaan sebelah kanan. Apabila mencapai tahap akhir, bahan yang solid akan masuk ke dalam larutan, namun tidak ada perubahan pada Ca. Demineralisasi yang terus menerus akan membentuk pori pori kecil pada enamel yang disebut juga porositas, yang dapat menyebabkan kekerasan enamel menurun
Presdiposisi
-OH buruk
-penyakit yg sedang diderita
-diabetes
-konsumsikarbohidrat dalam jumlah tinggi dan berkurangnya saliva
-morfologi gigià perbedaan bentuk fissure
-kelainan pertumbuhan gigi àimpaksi, karena sulit dijangau membersihkan nya
Ada :
-Umur, semakin dewasa aliran saliva lebih banyak jd kemungkinan terjadinya karies lebih sedikit
-Jenis kelamin, wanita dmf nya lebih tinggi, OH nya lebih baik
-Social ekonomi, karies lebih rendah pada kelompok social ekonomi rendah
-penggunaan flour
-pola makan
-merokok
-hormonal, pda wnita hamil mengalami gingivitis ,karena hormonnya tidak seimbang
-vitamin, kekurangan vitamin2 tertentu shg pembentukan struktur gigi tidak sempurna
-geografis, kandungan flour pada air
Pencegahan
-kurang konsumsi makanan yg manis
-sikat dgn pasta gigi berflourd(supplement)
-lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi
-melakukan flossing
-fissur sealant
-memakai mouthwash
-berkumur
-memperbanyak pengekuaran saliva, dengan mekanik (permen karet)dan buatan
-pengendalian plak
-diet rendah karbohidrat

Ada 3:
Pencegahan primordial à ditunjukan pada struktur gigi, pada tahap ini ibu hamil diberikan kalsium dalam bentuk tablet
Pencegahan primer à dua tahan prepatogenesisi, dengan pelayanan seperti pnyuluhan
Health promotion , upaya promisi kesehatan(penyuluhan)
spesific protection, upaya perlindungan husus untuk melindungi host dr serangan penyait dan membangun penghalang untuk melawan mikroorganisme
Pencegahan karies dengan pengendalian plak
Sekunderà untuk tahap awal patogenesis, pelayanan nya dengan cara mencegah agar tidak kambuh lagi

Ex: penambalan
Tersierà untuk mencegah kehilangan fungsi
disability limitation, perawatan saluran akar, pencabutan gigi
rehabilitation, penambalan,pembuatan protesa
Ex:implan

Ada 2:
Praerupsià pada ibu hamil harus mengkonsumsi secukupnya vitamin terutama vit ACD, mineral2 terutama kalsium, fosfor,fluor
Pascaerupsià menjaga kebersihan gigi dan mulut, makan makanan yg menguatkan gigi

Gejala
-sakit
-nyeri,ngilu

Pemeriksaan
-anamnesis
-EO,IO(perkusi,sondasi,termal test,probbing)
-penunjang(rontgen,lab bila diperlukan)

a. pemeriksaan visual, bisa melihat 3 tempat: karies permukaan halus,aproksimal, sekunder
b. pemeriksaan radiografis, memakai bitewing(karies terlihat radiolusen) temoatnya pada permukaan halus , aproksimal dan sekunder
c. meode laser forensis, untuk membantu deteksi karies pada bagian oklusal

Penatalaksanaan
-karena makanan, minumnà menghindari konsumsi sementara
-fisiologisà obat kumur
-sisa akar,berlubang parahà dicabut tp apabila ada infeksi dihilangkan dulu
-dilakukan restorasià untuk karies yg mencapai email dan dentin
-perawatan saluran akar
tubulus dentin?
Cairan nutrisi untuk menyehatkan dentin
Mekanisme dr saliva dan flour
-Dari keseimbangan hormonal hubungan nya dengan produksi salivaà meremenalisasi karies yg dinià + flour komponen meremineralisasinya lebih kuat
-didalam saliva ada kandungan flour, istirahat kandungan flournya rendah




Mekanisme fluor dan gigi
Konsentrasi fluor dalam saliva istirahat rendah, walaupun tetap 3 kali lebih tinggi pada daerah yg fluoridasi daripada daerah yang tidak difluoridasai. Didaerah yang fluoridasi kadar saliva fluor rata-rata 0,016 ppm, sementara pada daerah yang tidak difuoridasi hanya 0,006 ppm.
Fluktuasi kadar fluor saliva normal atau berkumur kumur dengan larutan fluor, kadar fluor didalam saliva dapat meningkathingga 100 sampai 1000 kali. Kadar tersebut dengan cepat akan menurun menjadi normal, dan agaknya saliva menjadi sumber penting untuk fluor plak selama masa tersebut

Test termal yg panas itu menggunakan apa?
Gutaperca panas, hot water bath

klasifikasi
menurut G.V black
klas 1, ceruk dan fisura pada gigi terutama premolar dan molar, mengenai gigi posterior
klas 2, aproksimal gigi posterior, mengenai permukaan gigi aproksimal dan oklusal
klas 3, aproksimal gigi anterior
klas 4, kelanjutan dr klas 3 tetapi mluas sampai incisal
klas 5, permukaan facial dan labial
klas 6, tonjol gigi posterior dan incisal


eric Broderick(menurut tingkat perluasan) nursing karies
tipe minimal
karies nya terdapat pada permukaan gigi Ra tp tidak pada permukaan posterior
tipe 2 mild
kares terdapat pada lebih pada 2 permukaan gigi Ra dan tidak ditemukan pada gigi posterior
tipe 3 moderet
2 atau lebih permukaan gigi Ra terkena karies dan ditemukan 1 atau lebih gigi posterior menderita karies
4. tipe 4 severe
2 atau llebih permukaan Ra anterior, 1 atau lebih permukaan pulpa gigi tebuka dan karies terlihat pada pemukaan gigi anterior Rb

Berdasarkan cara meluasnya karies::
penetriende karies
karies meluas dr email ke denti dengan cara penetrasi(bentuk kerucut)
untermirende karies
meluasnya kea rah samping(seperti gentong)

LBM 4 BLOK 12

Kelainan congenital

• Definisi :
 suatu kelainan pada struktur fungsi maupun metabolisme tubuh yang di temukan pada bayi ketika ia dilahirkan.
 Kelainan yang terjadi karena gangguan pada masa embrional
 Kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi telur ,sekitar 3-4% bayi yang baru lahir memiliki kelainan berat dan sekiatar 7-5% terdiagnosis setelah anak berumur 5 tahun
 Etiologi dari genetic,mutasi spontan,inheritance,teratogenik
• Macam :
 palatoskisis (cleft palate)
 labioskisis
 gnatoskisis
 kelainan jantung
 hematoma (strawberry cyst) linda
 makroglosia
 mikroglosia
 tiroid lingual
 dari foramen insisivum dibagi 2
 cacat sumbing depan (depan foramen incisivum karena kegagalan penyatuan sebagian/seluruh tonjol maxilla dengan tonjol hidung media pada 1 sisi / 2 sisi.)
meliputi sumbing bibir lateral, celah rahang atas , celah antara palatum primer dan sekunder
 cacat sumbing belakang (belakang foramen incisivum karena tidak menyatunyalempeng2 palatina yang kemungkinan
1 karena kecilnya ukuran lempeng itu
2 kegagalan lempeng tersebut untuk terangkat
3 hambatan proses penyatuan
4 gagalnya lidah untuk turun dari kedua lempeng tersebut

• Predisposisi congenital
 penggunaan alcohol
 penggunaan obat kortison ,antikonvulsan(fenobarbital,definilhidantoin) ,kortikosteroid ,talidomide
 Defisiensi nutrisi (asam folat)
 Mutasi gen karena radiasi
 penyakit Rh
 factor hormonal (ibu yang mengalami hipotiroidisme dan DM mempengaruhi pertumbuhan janin)
 teratogenik (infeksi TORCH)
 factor fisik dari rahim (cairan ketuban yang tidak normal dapat menditeksi kelainan pada bayi)
 adanya agen2 lingkungan
 stres emosional (sama efeknya dengan menggunakan obat2 an kortison/kortikosteroid)
 daya pembentukan embrio yang menurun (dilakukan pada ibu yang terlalu banyak anak)

Palatoskisis

Definisi :
adalah celah pada palatum yang terjadi akibat kegagalan penyatuan palatum yang mempengaruhi baik pada jaringan lunak, komponen tulang bag atas, alveolar ridge, palatum keras dan lunak biasanya bentuk nya fissure dan terjadi pada usia kehamilan 7-12 minggu
fissure garis tengah pada palatum yang terjadi karena kegagalan 2 sisi untuk menyatu dikarenakan kelainan dalam perkembangan embriotik
 Etiologi :
 unknown dicurigai karena genetic (kelainan pada kromosomnya), inherited (warisan), teratogenik (bahan2 kimia)
 lingkungan defisiensi nutrisi (Zn ,B6, asam folat), paparan radiasi, bahan2 yang bersifat keratogenik,virus rubella,sifilis
 biasanya sering timbul dengan syndrome2
 trauma pada trimester pertama
 strees emosional pada ibu hamil
 usia ibu sudah tua sehingga jaringan mesoderm tidak dapat membelah sempurna
 aberasi kromosom (biasanya disertai syndrome ex: syndrome Detrisomi)
 multufaktorial inheritance (kecenderungan garis keluarga memiliki penyakit yang sama)
 obat2 an ex: acetosal/aspirin yang di konsumsi pada trimester pertama
 daya pembentuk embrio menurun
 mengkonsumsi alcohol dan rokok pada trimester 1
 posisi embrio yang menyimpang
 2 faktor penting
 Herediter
 Gagalnya esoderm berpoliferasi
 Lingkungan

 Multi factorial (uisa ibu sewaktu melahirkan,perkawinan sesame penderita, defisiensi Zn sewaktu hamil)
 Klasifikasi
4 kelas menurut Veau :
 Kelas 1 : sumbing terbatas pada palatum lunak
 Kelas 2 : cacat pada palatum lunak dan keras namun tidak melalui batas foramen incsivus dan terbatas pada palatum sekunder
 Kelas 3 : sumbing pada palatum sekunder,biasanya unilateral complete biasanya dari uvula- foramen insisivum
 Kelas 4 : sumbing bilateral di palatum lunak dan keras
Kelas dilihat dari munculnya kelainan di palatum pada usia kehamilan di trimester ke brapa
Menurut Wray dkk :
1. Primary Palate : celah terlihat pada palatum bagian anterior hingga foramen incisivus
2. Secondary Palate : celah diperoleh dari shelves palatal (jaringan yang meluas ke posterior dari foramen insisiva pada minggu ke 6 gestasi untuk pembentukan palatum sekunder) pada embrio
3. Complete cleft palate : celah meluas sampai foramen incisivus
4. Incomplete cleft palate : celah tidak meluas hingga foramen incisivus
5. Submukus cleft palate : celah pada lapisan mukosa pada palatum lunak (gangguannya bivid uvula, suara velar abnormal)
6. Unilateral palate cleft : vomer masi dilekati palatal shelves
7. Bilateral palatal cleft : vomer terpisah dari palatum shelves
8. Hard palate cleft : celah hanya terdapat pada area palatum keras
9. Soft palatal cleft : celah hanya terdapat pada palatum lunak
 Manisfetasi klinis :
 deformitas pada bibir
 kesukaran dalam menghisap atau makan
 kelainan susunan arcum dentis
 distorsi nasal sehingga menyebabkan gangguan pernafasan
 gangguan komunikasi verbal
 regurgitasi makanan
 Biasanya di sertai dengan mikrognatia (pengecilan maksila atau mandibula)
 tampak ada celah pada paltum durum.mole dan foramen incisive
 teraba ada celah atau terbukanya langit2 mulut saat di periksa dengan jari
 suara sengau karena gangguan vonasi bicara
 resiko infeksi saluran pernafasan
 gangguan pendengaran karena terjadi infeksi di tuba eustachia
 wajah yang tidak normal seperti tulang muka dan lubang hidung yang asimetris
 biasanya kepala lebih kecil dari bayi normal
 berat badan tidak bertambah
ada 6 manifestasi :
1. efek pada gigi geligi
 celah unilateral/bilateral dapat mempengaruhi bentuk gigi (super numerary, gigi hilang, gigi cacat bentuknya,gigi crowded)

2. efek pada bidang oklusal
3. efek skeletal
4. efek pertumbuhan
5. efek pendengaran
6. efek berbicara
 Patofisiologi
 Primary Palate (cleft anterior palate): gagalnya masa mesenkim yang ada di lateral berfusi dengan mesenkim yang berada di primer
 Secondary Palate (cleft posterior palate): gagalnya fusi masa mesenkim lateral dari kedua lempeng palatina dan gagal berfusi dengan septum nasal
 Complete cleft palate : tidak fusinya masa mesenkim bilateral palatina,septum nasi,primary palate
 Predisposisi
 bahan2 teratogen mempunyai kerentanan tertinggi pada hari ke 42 dan 56 pasca pembuahan
 usia kehamilan
 perkawinan sesama penderita
 bayi yang dilahirkan oleh penderita cleft palate
 Pemeriksaan
 intra uterin :
 USG (memungkinkan deteksi dan karekterisasi berbagai jenis anomaly wajah pada jaringan di mulai pada 4 minggu )
 tes skrining
 MRI

 post natal :
 magnetic resonansi imagine MRI
 Visual inspeksi
 Palpasi
 Cefalo roentgengraf (x ray bagian kepala frontal dan lateral untuk mempelajari again facial dan tengkorak, membantu melihat bentuk RA dan RB rongga mulut)
 Multi view video Fluroscopy (gambaran x ray RA dan RB dari depan, samping dan bawah pada video untuk mengevaluasi fungsi velo faringeal)
 Penatalaksanaan
 Penutupan celah langit2 dengan operasi biasanya max I tahun
 Operasi Minimal umur 3 minggu- 3 bulan , BB 5 kg, anak sehat
 Pembuatan prostetik feeding aids yaitu alat prostodontik yang di bentuk sesuai anatomi rahang dengan celah langit2 yang di gunakan untuk menutup celah untuk membantu menyusui
 Speech terapi sedini mungkin
 Psikiater
 Nasogastric tube seperti selang yang masuk melalui nasal dan langsung ke lambung untuk makanan
 Dot khusus Hoberman feeder
 Alat bantu bicara diberikan jika penderita di operasi pada umur lebih dr 3 tahun
3 tahap :
1. Sebelum operasi : BB 10 pon, usia lebih dari 10 minggu, Hb 10mg/dl (rule of ten)
2. Sewaktu operasi : kesiapan tubuh bayi menerima tindakan operasi
Usia labioplasti 3 bulan (mempertimbangkan pengucapan bahasa bibir yang di mulai pada usia 5-6 bulan)
Palatoplasti 18-20 bulan (anak aktif bicara pada usia 2 tahun dan sebelum anak masuk sekolah, setelah 2 tahun harus mengikuti speech terapi)
Gnatoskisis 8-9 tahun bekerja sama dengan ortho

3. Pasca operasi : makan di bantu menggunakan dengan sendok atau dot khusus
Operasi ada 9 tahap :
1. Penjelasan pada orang tua
2. Pada umur 3 bulan (rule over ten) operasi bibir ,hidung ,dan evaluasi telinga
3. Umur 10-12 bulan operasi pada celah langit dan evaluasi pendengaran telinga
4. Umur 1-4 tahun evaluasi bicara speech terapi setelah 3bulan pasca operasi
5. Umur 4 tahun mempertimbangankan repalato terapi atau pharingoplasti (mengambil jaringan posterior dari pharing sebagai penutup celah palatum)
6. Umur 6 tahun evaluasi gigi dan rahang
7. Umur 9-10 tahun penambahan tulang pada celah gusi/alveolar bonegraft
8. Umur 12-13 tahun final touch perbaikan2 bila diperlikan
9. Umur 17 tahun evaluasi tulang muka

 Pencegahan
 Menhindari radiasi
 Vaksinasi
 Menghindari obat2 an pada trimester 1
 Menghindari alcohol
 Mencegah terjadinya trauma
 Mencegah pernikahan sesama penderita
 Konsultasi pada ahli genetic untuk melihat kelainan pada keturunan berikutnya
 Melakukan pemeriksaan prenatal secara rutin

Mengapa harus di operasi max 1 tahun ?
Agar tidak mengganggu proses bicara
Karena pada umur 1 tahun bayi mulai proses berbicara
Mekanisme penutupan sutura palatina ?
1. Pada minggu ke 6 tonjolan paltina mengarah miring ke bawah pada sisi kanan dan kiri lidah
2. Pada minggu ke 7 lempeng palatina bergerak naik hingga mencapai kedudukan horizontal di atas lidah dan saling bersatu satu sama lain sehingga membentuk palatum sekunder
3. Disebelah lempeng anterior lempeng2 palatina ini bersatu dengan palatum primer yang berbentuk segitiga dan foramen insisivun di anggap batas tengah antara palatum primer dan sekunder
4. Pada minggu ke 10 Bersamaan dengan itu septum nasi tumbuh kebawah dan bersatu dengan palatum yang bari terbentuk
5. Pada minggu ke 12 fusi septum nasal dan procesus maxilaris terbentuk

Palatoskisis lebih ke perempuan mengapa?
Karena penutupan sutura palatina pada perempuan lebih lambat 1 minggu daripada laki-laki
Labioskisis lebih ke laki2 mengapa?
Karena laki-laki jarang terkena palatoskisis sehingga lebih bnyak terlihat kasus labio skisis
Perkembangan post natal perempuan lebih cepat dari pada laki2 tetapi ketika intra utery perempuan lebih lambat

Jumat, 01 April 2011

LBM 3 BLOK 12


A.   MEKANISME YANG MEMPENGARUHI MEKANISME BICARA
a.       Mekanisme pernafasan : mengalirkan udara dan tekanan yang cukup
b.       Mekanisme fonasi : berhubungan dengan kenyaringans uara, nada, dan kualitas suara
c.       Mekanisme resonansi : berpengaruh pada bunyi2an vocal
d.      Mekanisme artikularis : anatomi dari mulut yang berpengaruh apda mekanisme bicara Artikulasi : pengucapan  ada beberapa jenis konsonan yang terbentuk setelah mengalami artikulasi :
  • · Suara labial : m p b à bibir dengan bibir
  • · Suara labiodentals : f v à bibir ketemugigi
  • · Suara linguodental : t s th à lidah dengan gigi
  • · Suara linguopalatal : lidah dengan langit2 l r
  • · Suara linguoapikoalveolar : n dan d
  • · Suara glottis : h

B.   Pertumbuhan dan perkembangan bicara dan bahasa pada anak
a.       0- 8 minggu
  • · Mulai terlibat dalam percakapan namun responnya lewat gerak tubuh dan suara.
  • · 6 minggu mengenali suara sang ibu
  • · Dan pada 8 minggu mampu memberikan respon
  • · Melirik kesumber suara
b.       8 – 24 minggu
  • · Mulai terlibat pecakapan tunggal
  • · Mengeluarkan suara seperti tertwa atau teriakan riang
  • · 24 minggu mulai bisa menyuarakan ma ka da
c.       12 bulan
  • · Mengucapkan 3-5 huruf
  • · Bisa mengenal namanya sendiri
  • · Memahami perintah seederhana
  • · Mengenali beberapa objek atau aktivitas
d.      18 bulan
  • · Dapat menggunakan 10 – 20 kata , termasuk namanya sendiri
  • · Mengenali objek berupa foto keluarga atau orang yang dikenal
  • · Dapat mengkombinasikan dua kata
  • · Senang meniru kegiatan dirumah
e.       24 bulan
  • · Anak memahami perintah sederhana
  • · Mengidentifikasi kegiatan atau aktivitas didalam buku (memahami isi materi buku)
  • · Dapat berbicara rata rata 3 kata
  • · Bisa bicara diakhiri dengan “S”
  • · Anak bertahan melaksanakan suatu aktivitas selama 6 – 7 menit
  • · Kosa kata meningkat menjadi 300 kata
  • · Antara usia 2 – 4 tahun , kosa kata akan meningkat 2 kata perhari.
f.        30 bulan
  • · Kosa kata meningkat menjadi 450 kata
  • · Anak dapat menyebutkan nama anggota keluarga atau orang yang dikenal
  • · Dapat mengidentifikasi objek secara terperinci
  • · Konsep awal dapat membedakan besar dan kecil
g.       3 tahun
  • · Anak dapat menyebutkan warna
  • · Cenderng sering bercerita
  • · Dapat bercerita tentang cerita sederhana
  • · Kosa kata bertambah menjadi 1000 kata
  • · Anak sering menyebutkan namanya dan jalan.

C.   Kemampuan bahasa
ADA 2
  • · KEMAMPUAN RESEPTIVE : kemampuan menerima rangsangan.
  • · KEMAMPUAN EXPRESIVE : kemampuan untuk mengutarakannya
D.   Tipe perkembangan bicara pada anak
a.       EGOSENTRI SPEECH
  • · Anak usia 2 – 3 tahun, dimana anak berbciara pada diri sendiri dan pada mainannya.

b.       SOCIALIZED SPEECH
  • · Anak berinteraksi pada temannya didalam suatu lingkungan.

E.      PERKEMBANGAN HURUF YANG BISA DILAFALKAN BERDASARKAN UMUR
F.       Umur 2 tahun
M, N, H à Bicara anak kadang susah dimengerti orang, terutama yang tidak dekat dengan anak tersebut.
G.     Umur 2,5 tahun
P, B, ING, W, D, G
H.      Umur 3 tahun
Y, K, F, SH à Mulai umur 3 tahun, 80 – 90 % bicara anak sudah mulai bisa dimengerti.
I.        Umur 3,5 tahun
F, CH, DGE
J.        Umur 4 tahun
L, S, ZH à Mulai ada perkembangan untuk suara campuran (ST, CL, DR) namun belum jelas , dan akan dikuasai sekitar umur 5 tahun
K.      Umur 5 tahun
R
L.       Umur 5,5 tahun
Z
M.    Umur 7,5 - 8 tahun
TH  à Umur 8 tahun seharusnya anak – anak sudah menguasai segala macam bentuk suara berbicara.

N.   Gangguan pada masa pertumbuhan dan perkembangan bicara dan bahasa pada anak
a.       Faktor Lokal
  • · Gangguan pendengaran : karena pendengaran yang terganggu, input vocab yang diterima anak salah, dan menjadi salah persepsi sehingga tidak benar dalam pengucapannya. Beresiko tinggi terhadap berkurangnya kemampuan sianak dalam berkomunikasi oral, akibat putusnya rantai sensasi dengar sehingga tidak terbentuk rangsangan sensasi dengar di otak. Dapat terjadi pada masa pre natal (dalam kandungan ) , bersifat genetic dan ada yang non genetic ( dari infeksi TORCH, obat obatan teratogenik dll) . Pada perinatal , biasanya karena pemakaian forceps, bayi yang lahir premature juga mengalami gangguan pendengaran.
  • · Kelainan organ bicara  : lidah pendek (jadi celat), ankyloglosi, makroglossi à gangguan bicara. , mandibula kecil, bibir sumbing, deviasi septum nasi.
  • · Kelas 3 dan kelas 2 (MALOKLUSI)
  • · Hypodontia ; gigi yang hilang à interdental space akan lebar, padahal gigi berpengaruh pada lafal S dan Z
b.       Factor bad habit (yang mempengaruhi anomaly dan struktur bentuk organ)
  • · Wajah adenoid : bernafas melalui mulut
  • · Open bite  anterior & posterior crossbite dan maloklusi kelas 2: karna menghisap jari  selama lebih dari 2 tahun
  • · Dental crowding serta spacing : karena sering menggigit benda2 yang keras.
  • · Nonton tv : keseringan nonton tv yang membuat stimulasi berbicara yang kurang sekali, menjadi pendengar pasif.
c.       Faktor sistemik
  • · Retardaasi mental : kurangnya kepandaian seseorang.( IQ dibawah 70)
  • · Genetic herediter dan kelainan kromosom
  • · Autisme
  • · Gangguan di pusat saraf atau ADD (ATTENTION DEFICIT DISSORDER), selain ga bisa bicara , melakukan pekerjaan juga ga pernah tuntas, juga ga bisa konsen. Bell’s Palsy / cerebral palsy.
d.      Faktor Lingkungan
  • · Lingkungan yang sepi
  • · Status ekonomi social
  • · Teknik pengajaran yang salah dari orang tua
e.       Kelainan organ yang mempengaruhi kejelasan bicara dan bahasa
  • · Palatoskisis  : bisa karena sub mucus cleft palate, congenital palatal anomaly (short palate, deep nasofaring -> tdk bisa mengontrol gerakan faringeal nya), palatal anomaly dapatan karena pasca operatif neurogical atau neoplasma.
  • · Labioskisis
  • · Palatolabioskisis
  • · Kelainan ini dapat mengakibatkan suara jadi sngau dan serak, suara jadi tidak jelas, volume berkurang, sulit mengucapkan konsonan frikatif  atau bunyi desah dan konsonan mati, lebih sering mengalami salha pengucapan.
  • · Kehilangan gigi atau ompong, mbgakibatkan ketidkak jelasan bicara F V T S N dan D
  • · Kelainan bentuk dan struktur organ bicara , sering terlihat pada kelainan lidah dan paltum yang daapt mempengaruhi ketelitian dan rentang kecepatan gerakan lidah yang mengakibatkan kesulitan bicara L T D N S  Z dan kesalahan dalam proses menelan. Biasanya terjadi karena adanya kebiasaan buruk seperti menghisap jari..

f.        Menghilangkan bad habit à menggunakan home treatment, jika berlanjut atau makin parah maka minta bantuan ke ahlinya (psikolog dan dental health service)
  • · Dengan pendekatan psikologis : diberi motivasi, diberi reward, baru kalau tidak berhasil dilakukan perawatn orthodontic
  • · Orthodontic : removable appliance, atau palatal arch.
  • · Alat yang tajam (cari sendiri2 à paling akhir setelah ngasih pait2 ga berhasil.)
  • · Jika menghisap dot : perkenalkan minum dari gelas, edukasi kalau menghisap dot itu buruk, dan mintalah anak membuang dot itu sendiri. Mengalihkan perhatian untuk kepuasan yang lain , missal bunyi2an dan mainan lainnya.
  • · Menghisap ibu jari : kasi sesuatu yang pahit pada ibu jari , agar anak trauma untuk mengulang kebiasaan tersebut, ini merupakan upaya terakhir agar anak tidak merasa tertipu oleh orang tua nya.
  • · Mengisap ibu jari untuk usia :
1.       4 tahun
a.       Anak diberi pengalihan , seperti tontonan kartun yang menarik.
b.       Perkecil persempit tmpat dan waktu yang memungkinkan anak untuk melakukan menghisap kempol. Mosal meminta anak menghisap jempol di tempat tidurnya
c.       Singkirakan benda2 misal selimut yang membuat anak menghisap jempolnya à bisa mengganggu pencernaan juga

2.       5 tahun
a.       Si anak diberi penjelasan dan diajak berkomunikasi , diedukasi tentang akibat menhisap jempol.
b.       Diberi reward atas pencapaian positif si anak
c.       Memberi kegiatan yang bisa mengalihkan atau membuat anak sibuk sehingga sianak lupa menghisap jari.
O.    Gangguan bicara
a.       Afasia ; gangguan bicara yang diakibatkan penyakit yang disertai kejang., bisa juga karena infeksi pada otak pasca trauma kepala , kanker otak, gangguan aliran darah keotak, serta kelumpuhan saraf yang menggerakna otot bicara.
b.       Fonologi : gangguan pada artikulasi , jadi kebalikan dengan cara membedakan bnyi dan mengucapkan huruf
c.       Disfonia : gangguan karena pita suaranya ,, kesulitan bicara karena pita suara dan adanya tekanan udara didalamnya.

P.      Penyebab gangguan masa pertumbuhan dan perkembangan bciara
a.       Factor internal
  • · Persepsi : kemampuan untuk membedakan informasi yang masuk
  • · Kognisi : pengalaman yang dituangkan kedalam kelompok
  • · Prematuritas l seperti bert bada, lama perwatan dirumah sakit yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam bicara

b.       Factor eksternal
  • · Riwayat keluarga: jika ada keluraga yang mengalami keterlambatan , besera kemungkinan mengalami keterlambatan
  • · Polah asuh :
  • · Lingkungan verbal : pengaruh terjada[ proses belajar anak
  • · Pendirikan : dari ibunya sendiri, jika ibunya mempunyai pendidikan yang rendah, anak beresiko
  • · Jumlah anak : biasanya yang sering diajak komunikasi itu anak terakhir, jadi anak yang lain beresiko mempunyai keterlambatan komunikasi.
  • · Pre dan perinatal
  • · Sucking habit

Q.  Tanda – tanda gangguan berbicara
a.       Tidak mudah didengar
b.       Tidak langsung terdengar dengan jelas
c.       Secara vocal terdengar tidak enak
d.      Terdapat kesalahan pada bunyi bunyi tertentu
e.       Bicara tidak sesuai umur
f.        Terlihat tidak menyenangkan saat dia berbicara
g.       Pada usia 6 bulan,
  • · anak tidak mampu memalingkan mata serta kepala terhadap suara yang dating dari belakang dan samping.
h.      Pada umur 10 bulan,
  • · anak tidak member reaksi terhadap panggilan namanya sendiri
i.        pada umur 15 bulan
  • · tidak memberi reaksi pada kata – kata jangan.
j.        Pada umur 18 bulan
  • · Tidak dapat menyebut 10 kata tunggal
k.       Umur 21 bulan
  • · Tidak dapat member reaksi terhadap perintah , missal disuruh duduk tidak mau.
l.        Umur 24 bulan
  • · Tidak dapat menyebut bagian bagian tubuh, hanya memiliki perbendaharaan kata yang sedikit dan tidak memiiliki huruf Z pada frase.
m.    Umur 30 bulan
  • · Ucapannya tidak dapat dimenegrti oleh nangota keluarga
n.      Usia 36 bulan
  • · Belum dapat menguankan kalimat kalimat sederhana
  • · Ucapannya tidak dimenegrti oelh orang2 diluar keluarganya
o.       Umur 3,5 tahun
  • · Selalu gagal menyebutkan kata akhir : BAN à BA , CAT à CA
p.      Usia 4 tahun
  • · Tidak lancer berbicara atau gagap ( bukan pathologist selama itu tidak menyebabkan stress pada anak, menurut linda )  menurut panji, gagap dikarenakan tekanan dari orang tau , terlalu dipaksain oleh orang tua sehingga menjadi stress à factor psikologis
q.       Yang dari bad habit :
  • · Susah mengucapkan huruf “D” dan T, dikarenakan bentuk palatum yang menyempit menyerupai V.

R.      GANGGUAN PADA BICARA ANAK
a.       Artikulasi : distortion : penghilangan , subtition : diganti , adding : ditambahi
b.       Bahasa : receptive : tidak bisa memahami , ekspresif : tidak bisa mengatakan
c.       Suara : pita suara yagn terganggu
d.      Kefasihan : fluency à anak tergagap2 tidak bisa fasih
e.       Pragmatis : apa yang di katakana dengan yang dilakukan tidak sinkron

S.    Pertanyaan :
a.       Mengapa anak yang menggunakan dot dan menghisap jari aatu jempol dapat mengalami gangguan bicara paling tidak selama 3 tahun?
  • · Menghisap jari bisa terjadi kecenderungan maksila yang sempit, overjet lebih besar, prevalensi open bite yang lebih tinggi, dan posterior crossbite.
  • · Orang yang sering ngedot juga punya tendensi tidak banyak bicara
  • · Musculus : orbicularis oris dan masseter à menekan pipi sehingga posterior crossbite
  • · Karena posisi jempol yang menekan palatum dan gigi anterior (jika menghisapnya menghadap keatas), dan yang  menghisap menghadap kebawah menekan lidah serta gigi bawah. Jika gigi geligi tersebut tertekan, otomatis retrusi pada gigi2 anterior serta open bite anterior. Hal ini yang mengakibatkan adanya kesusahan dalam berbicara. Dan ada posisi gig yang menentukan benar tidak nya pelafalan  huruf.
1.       Klas 3  yang parah : berhubungan dengan interdental dan alveolar speech sound ( s, z,t,d,n,l) à karena kesulitan mengelevasi ujung lidah ke alveolar ridge.
2.       Klas 2 yang parah  : (p, b, m),
3.       Ankyloglossia : distorsi lafal L, T, D, N, S,Z
4.       Anterior open bite : T,D,N,L dan S,Z à tedensi lidah untukbergerak menuju interdental space
5.       Maxillary collapse : berhubungan dengan post – cleft palatal surgery à distorsi suara saat lidah dan palatal kontak , susah mengucapkan huruf S,
6.       Hypodontia /missing teeth causing interdental spacing : selain susah ngomong, kesulitan mengunyah
7.       Lip anomaly
8.       Palatal anomaly
9.       Lingual anomaly: ankylogosi , makroglosi, mikroglossi

b.       Kenapa kok anak punya kebiasaan menghisap jari?
  • · mungkin karena tidak diberi ASI
  • · karena bayi punya reflex primitive (menyusu) , dan juga untuk mendapatkan rasa nyaman dan menghilangkan rasa bosan.
  • · pada usia 3 tahun ke bawah, dia punya fase oral sensation, punya keinginan untuk menggigit2 sesuatu.
  • · Juga karena edukasi dari orang tua yang kurang ( factor lingkungan)
  • · Dari rahim pun sudah menjadi kebiasaan menghisap jari
  • · Ada 3 teori :
1.       Sucking reflex : karena bayi memiliki dorongan alam untuk menghisap, bertahan dalam 3 – 4 bula pertama setelah lahir, dan akan berkurang setelah berusia 6 bulan
2.       Psikoanalitik freud : berkaitan dengan fase oral pada usia 0 –18 bulan, pada fase ini biasanya memusatkan stimulsnya pada mulutnya. à fase ini harus di selesaikan terlebih dahulu.kalau tidak selesai nanti persisten
3.       Teori belajar : bayi belajar mengasosiasikan tindakan menghisap dengan perasan yang menyenamngkan seperit rasa kenyang, atau nyaman ketika Ia minum asi dari si ibu sendiri. à menyimpulkan sucking habit itu memberikan kenyamanan

NB : HAWLEY : biasa nya untuk gigitan silang, namun bisa untuk remainder anak untuk tidak sucking  ( ini pada palatal) à karena sucking habit biasanya tidak sadar. Band pada molar 1 dan anterior tounge crib (possi pada palatal) à tidak ada tajamnya, yang ada tajamnya : rakes à pada gigi desidui tidak masalah, jika sudah ada gigi permanen di lepas. Pada anak yang lebih tua, di rujuk ke psikolog.

LBM 2 BLOK 12

LBM 2 BLOK 12
SGD 4

STEP 1
-       Crowded anterior
: maloklusi akibat tidak proporsionalnya dimensi mesio distal secara keseluruhan dari gigi geligi dgn ukuran maxila atau mandibula, shg akan mengakibatkan perubahan lengkung gigi.
: suatu keadaan dimana gigi berjejal atau bertumpuk pada bag. Anterior.

-       Cross bite
: keadaan ketika gigi RA dan RB tersusun berlawanan dari susunan normal yang tetap yg dihubungkan dgn buruknya bentuk dan barisan lengkung gigi.
: suatu keadaan maloklusi dimana hub labiolingual / bukolingual dari gigi yg saling berhadapan berlawanan dgn keadaan normal ( lebih ke lingual atau bukal)

STEP 2
MALOKLUSI
HUBUNGAN MALOKLUSI DENGAN HAMBATAN SALURAN PERNAFASAN
HUBUNGAN MALOKLUSI DENGAN  KEBIASAAN  BERNAFAS LEWAT MULUT

STEP 3
OKLUSI  NORMAL PADA ANAK
-       Definisi oklusi
: keadaan dimana gigi geligi tersusun secara pas atau fit satu dgn yg lain di dalam rahang maupun antar rahang.
: keadaan dimana titik puncak mesiobukal RA berkontak dgn mesiobukal RB

-       Kriteria
M1 tumbuh edge to edge
Waktu gigi m1 dan m2 tanggal, M1 maju ke mesial
Interdental space pada incisivus adalah normal
Terdapat primate space dan leeway space


MALOKLUSI
-       Definisi
: suatu kelainan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dgn bemtuk rongga mulut dan fungsi.

-       Etiologi
Primer: gangguan tulang dan gigi serta jar. Lunak (otot)
Sekunder : herediter, trauma, penyakit, bad habit

-       Klasifikasi
a.     Kelas 1( ortognatik/ neutroklusi) : posisi normal ( tonjol mesiobukal M1 atas beroklusi dgn cekung bukal atau groove M1 bawah)
Menurut Dewey:
Tipe 1: crowded anterior dan gigi C lebih ke labial
Tipe 2 : gigi anterior protusif maju
Tipe 3 : crossbite pada gigi anterior
Tipe 4 : crossbite pada gigi posterior
Tipe 5 : gigi posterior terjadi migrasi ke arah mesial, karena ekstraksi terlalu dini m2 atau P.
*Semua kelas berpatokan : M1, namun anterior yang bervariasi

b.     Kelas 2 (distoklusi/ prognotik): gigi rahang atas lebih ke proklinasi, tonjol mesiobukal M1 atas letaknya lebih mesial dari kelas 1
Ada 2 ( pada gigi anterior):
 - Divisi 1 : overjet berlebihan  (protusi)
- Divisi 2: overbite yang berlebihan  ( retrusi)

Kelas 2 sub division
: terjadi bila salah satu sisi rahang kelas 1 sedangkan rahang lain kelas 2

c.     Kelas 3 ( mesioklusi/ retrognatik): gigi rahang bawah yang lebih ke proklinasi, tonjol mesiobulkal M1 lebih ke distal, RB lebih besar dari RA, tulang RA lebih pendek.
Ada 3 tipe:
Tipe 1: ketika kedua  rahang dioklusikan pasien menunjukkan I1 edge to edge
Tipe 2: I RB berjejal dan berada relasi lingual dgn I RA
Tipe 3: I RA berjejal dan crossbite dgn gigi anterior RB.

Macam2 maloklusi:
a.     Maloklusi dental
: perkembangan tulang normal tapi gigi mengalami penyimpangan

b.     Skeletal
: hubungan tulang RA dan RB thd tulang kepala tidak harmonis shg timbul gangguan saat perkembangan

c.     Fungsional
: kelainan pada otot saat dipakai pengunyahan
           
-       Pemeriksaan
Ada 2:
·         Klinis
: visual dan palpasi ( memakai 2 jari kemudian dilihat gigi yang maju pada RA atau RB)

·         Radiologi
:cefalometri, panoramik,bite wing, periapikal

·         Analisa gigi geligi campuran
Dengan memakai jangka sorong, kita hitung space antar gigi apakah cukup atau tidak untuk tempat gigi yang akan tumbuh karo kurang d space maintainer.
Untuk mempertahankan garis tengah maka pencabutan harus kanan kiri, namun pencabutan tidak disarankan.

-       Penatalaksanaan
·         Space maintainer
·         Orthodonsi

MACAM BAD HABIT YANG MENYEBABKAN MALOKLUSI
1.     Mulut menganga karena bernafas dengan mulut
HUBUNGAN MALOKLUSI DGN BERNAFAS  LEWAT MULUT: ongkie
2.     Kebiasaan menghisap jari usia lebih dari 2 tahun







STEP 4:
CONCEPT  MAPPING
Bernafas lewat mulut


Kelainan perkembangan rahang


Pemeriksaan


MALOKLUSI


Perawatan

STEP 5:
MENGAPA DRG MENYARANKAN UNTUK MENUNDA PERAWATAN ORTHODONTIK???
MENGAPA  PASIEN  BERNAFAS  LEWAT  MULUT???
Jawab :
ada kemungkinan adenoid membesar jadi lebih nyaman kalau bernafas lewat mulut
ada kemungkinan gangguan mental
PENCEGAHAN MALOKLUSI PADA ANAK- ANAK

STEP 6:
BELADJAR MANDIRI


STEP 7:
OKLUSI  NORMAL PADA ANAK
-       DEFINISI
: perubahan hubungan permukaan gigi geligi pada Maksila dan mandibula, yang terjadi selama pergerakan Mandibula dan berakhir dengan kontak penuh dari gigi geligi pada kedua rahang.
Oklusi ada 2, yaitu oklusi statis dan oklusi dinamis
Oklusi statis: kontak anatara gigi geligi yang saling berhadapan tanpa diperantarai oleh makanan atau benda lain pada saat kedua rahang menutup.

oklusi dinamis: pergerakan mandibula menutup dari posisi istirahat sampai permukaan oklusal gigi2 bawah berkontak dgn antagonis dan kondylus dlm posisi posterior dlm TMJ.

-       KRITERIA
o    Lengkung gigi Rahang Atas lebih besar dari Rahang Bawah
o    Permukaan oklusal lengkung Rahang Atas lebih cembung dari Rahang Bawah
o    Dalam satu lengkung tiap gigi mempunyai kontak interproksimal yang baik
o    Poros gigio sesuai syarat fisikalis yang harus dipenuhi di dalam lengkung barisan gigi
o    Tiap gigi memiliki bentuk dan fungsi anatomis yang baik
o    Tiap gigi dalam lengkung Rahang Atas memiliki kontak yang baik dengan tiap gigi Rahang Bawah.
o    Kontak oklusi dan hub. antar tonjol semua gigi pada satu lengkung dgn lengkung antagonisnya pada oklusi sentrik
o    Tdp kontak oklusal dan hub antar tonjol semua gigi pada bermacam2 gerak fungsi mandibula.
o    Permukaan distal molar 2 Rahang Bawah berada di permukaan distal molar 2 Rahang Atas
o    Kemiringan labiolingual dan mesiodistal normal.
o    Gigi maksila sedikit menutupi gigi mandibula pada permukaan fasial.
o    Gigi incisivus pada masa anak- anak renggang
o    Incisivus lateral atas beroklusi dgn 2/3 distal incisivus lateral bawah dan mesial caninus

MALOKLUSI
-       DEFINISI
:bentuk hubungan Rahang Atas dan Rahang Bawah  yang menyimpang dari normal karena tidak ada keseimbangan dentofasial.

-       ETIOLOGI
1.     Primer:
o     gangguan tulang dan gigi serta jar. Lunak , neuromuskular
2.     Sekunder :
o    herediter,
o    trauma
o    penyakit
o    bad habit
o    pre natal, misal asimetri wajah
o    post natal
a.     Intrinsik à gigi tanggal prematur
b.     Lingkungan à menghisap ibu jari, bernafas lewat mulut
c.     Sistemik à malnutrisi, penyakit sistemik

-       Klasifikasi
Klasifikasi Angle :
a.     Class I
Lengkung mandibula normalnya mesiodistal berhubungan terhadap lengkung maksila, dengan mesiobukal cusp dari M1 permanen maksila menutupi grove bukal dari M1 permanen mendibula dan mesio lingual cusp M1 maksila menutupi fossa oclusal dari M1 permanen mandibula ketika rahang diistirahatkan dan gigi dalam keadaan tekanan.
b.     Class II
Cusp mesiobukal m1 permanen maksila menutupiu antara cusp mesio bukal M1 mandibula permanen dan aspek distal dari P1 mandibula. Juga mesiolingual cusp M1 permanen maksila menutupi mesiolingual cusp dari M1 permanen mandibula.
Angle membagi class II maloklusi dalam 2 divisi dan 1 subdivisi berdasarkan angulasi labiolingual dari maksila, yaitu ;
c.     Class II – divisi I
Dengan relasi Molar terlihat seoerti tipe kelas II, gigi insisivus maksila labio version.
d.     Class II – divisi II
Dengan relasi molar terlihat seperti tipe kelas II, Insisivus maksila mendekati normal secara anteroposterior atau secara ringan dalam linguoversion sedangakan I2 maksila tipped secara labial atau mesial.

e.     Class II – sbdivisi
Saat relasi kelas II molar, terjadi oada satu sisi pada lengkung dental.
f.     Class III
Lengkung dan badan mandibula berada pada mesial lengkuna maksila dengan cusp mesiobukal M1 permanen maksila beroklusi pada ruang interdental di antara ruang distal dari cusp distal pada M1 permanen mandibula dan aspek mesial dari cusp mesial m2 mandibula.
Class III terbagi 2, yaitu :
1.     Psedo class III – maloklusi
Ini bukan  maloklusi kelas 3 yang sebenarnya, tapi tampak serupa, disini mandibula bergesar ke anterior dengan fossa gleroid dengan kontak premature gigi atau beberapa alas an lainnya ketika rahang berada pada oklusi sentrik.
1.     Kelas III – subdivisi
Maloklusi sesuai denagn unilaterally.
Pada kondisi normal, relasi antar molar pertama normal begitu juga gigi-gigi yang ada di anteriornya (depan-red).
Pada maloklusi kelas 1, relasi antar molar pertama normal, tetapi garis oklusi gigi-gigi di daerah depan dari molar pertama tersebut tidak tepat.
Pada maloklusi kelas 2, tampak molar pertama bawah tampak lebih belakang dari pada molar atasnya sehingga relasi tidak lagi normal. Kondisi ini merupakan overbite / gigitan berlebih.
Pada maloklusi kelas 3 ini merupakan kebalikan dari Kelas 2, yaitu molar pertama atas yang tampak lebih belakang daripada molar pertama bawah. Kondisi ini merupakan underbite atau terkadang disebut gigitan terbalik.
Klasifikasi dewey
yaitu modifikasi dari angle kelas I dan kelas III
a.       Modifikasi angle’s kelas I
-       Tipe 1
Anle Class I dengan gigi anterior maksila crowding.
-       Tipe 2
Angle Class I dengan gigi I maksila labio version
-       Tipe 3
Angle Class I dengan gigi I maksila lingual version terhadap I mandibula. ( anterior cross bite ).
-       Tipe 4
M dan atau P pada bucco atau linguo version, tapi I dan C dalam jajaran normal (cross bite posterior ).
-       Tipe 5
M kea rah mesio version ketika hilangnya gigi pada bagian mesial gigi tersebut,      (contoh hilangnya M susu lebih awal dan P2 ).

b.       Modifikasi angle’s kelas III
-       Tipe 1
Suatu lengkungan saat dilihat secara individu bidang pada jajaran yang normal, tetapi oklusi di anterior terjadi edge to edge.
-       Tipe 2
I mandibula crowding dengan I maksila ( akibat I maksila yang terletak kea rah lingual ).
-       Tipe 3
Lengkung maksila belum berkembang sehingga terjadi cross bite pada I maksila yang crowding dan lengkung mandibula perkembangannya baik dan lurus.
Klasifikasi Bennette
Klasifikasi ini berdasarkan etiologinya:
-       Kelas 1
Abnormal lokasi dari satu atau lebih gigi sesuai faktor lokal.
-       Kelas I
Abnormal bentuk atau formasi dari sebagian atau keseluruhan dari salah satu lengkung sesuai kerusakan perkembangan tulang.
-       Kelas III
Abnormal hubungan diantara lengkung atas dan bawah dan diantara salah satu lengkung dan kontur fasial sesuai dengan kerusakan perkembangan tulang.

Klasifikasi Skeletal :
Salzmann (1950) yang pertama kali mengklasifikasikan struktur lapisan skeletal.
-       Kelas 1 Skeletal
Maloklusi ini dimana semata-mata dental dengan tulang wajah dan rahang harmoni  dengan satu yang lain dan dengan posisi istirahat kepala. Profilnya orthognatic. Kelas 1 dental ditentukan berdasarkan maloklusi dental :
-           divisi I
Malrelasi lokal insisor, caninus , dan premolar.
o    divisi II
Protrusi insisor maksila
o    divisi III
Lingouversi insisor maksila
o    divisi IV
protrusi bimaksilari
-       kelas II Skeletal
ini menyangkut maloklusi dengan perkembangan distal mandibular subnormal dalam hubungannya terhadap maksila.
Dibagi menjadi dua divisi:
o    divisi I
lengkung dental maksila dalam batas sempit dengan crowding pada regio caninus, crossbite bisa saja ada ketinggian wajah vertikal menurun. Gigi anterior maksila protrusif dan profilnya retrognatic.
o    divisi II
merupakan pertumbuhan berlebih mandibula dengan sudut mandibula yang tumpul. Profilnya prognatic pada mandibula.3

Klasifikasi lischers
klasifikasi Lischers modifikasi dengan Klasifikasi angel
-       Neutroklusi
Sama halnya dengan klasifikasi Angel kelas 1
-       Distoklusi
Sama halnya dengan klasifikasi Angel kelas 2
-       Mesioklusi
Sama halnya dengan klasifikasi Angel kelas 3

Nomenklatur lischer untuk malposisi gigi individual:
Mesioversi: posisi gigi lebih ke mesial dari normal,Seperti daun pintu, misal sumbu putar mesioversi,tapi yang bergerak mesial
Versi :gigi  bergerak sprt daun pintu
Distoversi : posisi gigi lebih ke distal
Linguoversi:posisi gigi lebih ke lingual
Labioversi:posisi gigi lebih ke labial
Infraversi:posisi gigi lebih rendah dari garis oklusi
Supraversi:posisi gigi lebih tinggi dari grs oklusi
Axiversi : posisi gigi tipping (menyalahi garis inklinasi axial)
Torsiversi : posisi gigi berotasi (berputar di tengah)
Gresi: gigi yang berputar seluruh bagiannya
Transversi: berpindahnya posisi gigi
MACAM MALOKLUSI:
a.     Maloklusi dental
: perkembangan tulang normal tapi gigi mengalami penyimpangan.

b.     Skeletal
: hubungan tulang Rahang Atas dan Rahang Bawah terhadap tulang kepala yang tidak harmonis sehingga timbul gangguan saat perkembangan

c.     Fungsional
: kelainan pada otot saat dipakai pengunyahan

d.     Dentoskeletal
: hubungan abnormalnya tulang dan gigi
           
-       PEMERIKSAAN
Ada 2:
·         Klinis
: visual dan palpasi ( memakai 2 jari kemudian dilihat gigi yang maju pada Rahang Atas atau Rahang Bawah)

·         Radiologi
:cefalometri, panoramik,bite wing, periapikal

·         Analisa gigi geligi campuran
Dengan memakai jangka sorong (Sliding calipers)
, kita hitung space antar gigi apakah cukup atau tidak untuk tempat gigi yang akan tumbuh kalau kurang d space maintainer.
Untuk mempertahankan garis tengah maka pencabutan harus kanan kiri, namun pencabutan tidak disarankan.

·         Photografi
Foto grafis dari bentuk muka

·         Studi model


-       PENATALAKSANAAN
·         Space maintainer
·         Orthodonsi
·         Space regainer

MACAM BAD HABIT YANG MENYEBABKAN MALOKLUSI
·         Mulut menganga karena bernafas dengan mulut
·         Kebiasaan menghisap jari usia lebih dari 2 tahun
·         Kebiasaan menelan yang salah
·         Bruxism
·         Menghisap lidah
·         Ngedot/ ngempeng
·         Menggigit kuku


HUBUNGAN MALOKLUSI DGN BERNAFAS  LEWAT MULUT
Jawab:
Karena bernafas lewat mulut mengakibatkan tulang maxila tidak berkembang dengan baik sehingga rahang atas menjadi kecil. Hal ini mengakibatkan gigi anterior crowded dan gigi posterior cros bite.
Bernafas lewat mulut diperkirakan dapat mempengaruhi aktifitas  otot2 orofasial seperti otot bibir, lidah, dll.Beberapa studi menunjukkan bahwa perubahan posisi kepala, mandibula, jalan nafas dan posisi tubuh menginduksiperubahan aktifitas elektromiografik (EMG) otot genioglosus lidah manusia. Perubahan aktifitas tersebut akan mengakibatkan modifikasi pola pertumbuhan wajah dan postur kepala yang dapat menyebabkan terjadinya deformitas dentofasial.

MENGAPA DRG MENYARANKAN UNTUK MENUNDA PERAWATAN ORTHODONTIK
Jawab:
Karena ada hal-hal yang perlu diperhatikan : usia, kematangan tulang, tingkat keparahan kasus, akselerasi pertumbuhan, interaksi dalam rongga mulut, jenis kelamin, erupsi gigi geligi, periode gigi geligi, etiologi ( harus dihilangkan)

MENGAPA  PASIEN  BERNAFAS  LEWAT  MULUT
Jawab :
ada kemungkinan adenoid membesar jadi lebih nyaman kalau bernafas lewat mulut
ada kemungkinan gangguan mental
kebiasaan, pembesaran jar limfoid, obstruksi saluran nafas, alergi, perbedaan postur lidah

PENCEGAHAN MALOKLUSI PADA ANAK- ANAK:
Preventif          : space maintainer
Interseptif       : space regainer           
Kuratif             : orthodonsi